Kompas.com - 30/01/2020, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Pergerakan nasional merupakan istilah yang digunakan pada fase sejarah Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Pergerakan nasional terjadi dalam kurun waktu 1908-1945.

Dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (2015) karya Ahmadin, 1908 dijadikan sebagai awal pergerakan nasional karena pada masa tersebut perjuangan yang dilakukan rakyat masuk dalam kategori bervisi nasional.

Pergerakan yang dilakukan untuk menentang kaum penjajah sebelum tahun ini, masih bersifat kedaerahan. Kemudian di 1908 lahir organisasi modern dengan cita-cita nasional.

Istilah pergerakan nasional juga digunakan untuk melukiskan proses perjuangan bangsa Indonesia dalam fase mempertahankan kemerdekaan.

Pergerakan masa ini untuk membendung hasrat kaum koloni yang ingin kembali merebut kekuasaan Indonesia.

Dalam buku Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan (2004) karya Sudiyo, pergerakan nasional adalah menunjukkan sifat yang lebih aktif dan penuh menanggung risiko dalam perjuangan.

Baca juga: Istana Merdeka: Sejarah dan Tempat Kediaman Resmi Presiden

Munculnya Pergerakan Nasional

Pergerakan nasional menjadi wujud protes atas penindasan kaum kolonial kepada rakyat di Indonesia selama bertahun-tahun.

Penyebab terjadinya pergerakan nasional dibedakan dalam dua kelompok, yaitu:

  • Faktor internal (dalam negeri)

Beberapa faktor penyebab timbulnya pergerakan nasional yang bersumber dari dalam negeri antara lain:

  1. Adanya tekanan dan penderitaan yang berkelanjutan. Rakyat Indonesia harus melawan penjajah.
  2. Adanya rasa senasib yang hidup dalam cengkraman penjajah dan timbul semangat bersatu membentuk negara.
  3. Adanya rasa kedasaran nasional dan harga diri, menyebabkan kehendak untuk memiliki tanah air serta hak menentukan nasib sendiri.
  • Faktor eksternal (luar negeri)

Beberapa faktor eksternal juga mendorong proses timbulnya pergerakan nasional, di antaranya:

  1. Masuknya paham liberalisme dan human rights
  2. Diterapkannya pendidikan sistem barat dalam pelaksanaan Politis Etis pada 1902. Sehingga menimbulkan wawasan luas bagi pelajar Indonesia.
  3. Kemenangan jepang terhadap Rusia tahun 1905, yang membangkitkan rasa percaya diri bagi rakyat Asia-Afrika dan bangkit melawan penjajah.
  4. Gerakan Turki Muda pada 1896-1918 yang bertujuan menanamkan dan mengembangkan nasionalisme Turki.
  5. Gerakan Pan-Islamisme yang ditumbuhkan oleh Djamaluddin al-Afgani yang mematahkan dan melenyapkan imperialisme barat.
  6. Pergerakan nasional di Asia, seperti gerakan Nasionalisme di India, Tiongkok, dan Philipina.

Baca juga: Demokrasi: Pengertian, Sejarah Singkat dan Jenis

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian dan Ciri-ciri Profesi

Pengertian dan Ciri-ciri Profesi

Skola
Perbedaan Puisi Rakyat dengan Puisi Modern

Perbedaan Puisi Rakyat dengan Puisi Modern

Skola
Faktor Edafik: Pengertian dan Contohnya

Faktor Edafik: Pengertian dan Contohnya

Skola
Sumber Daya Alam yang Bermanfaat untuk Industri Penerbangan

Sumber Daya Alam yang Bermanfaat untuk Industri Penerbangan

Skola
Penyebab Banjir akibat Perilaku Masyarakat

Penyebab Banjir akibat Perilaku Masyarakat

Skola
Penyebab Terjadinya Disparitas Antarnegara di Asia Tenggara

Penyebab Terjadinya Disparitas Antarnegara di Asia Tenggara

Skola
Mengapa Panas Bumi Termasuk Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan?

Mengapa Panas Bumi Termasuk Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan?

Skola
Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Skola
Konjungsi Urutan: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Konjungsi Urutan: Pengertian dan Contoh Kalimatnya

Skola
Sistem Ekonomi Etatisme: Pengertian dan Ciri-cirinya

Sistem Ekonomi Etatisme: Pengertian dan Ciri-cirinya

Skola
Macam-macam Devisa

Macam-macam Devisa

Skola
Pengertian Negosiasi, Aspek Kemampuan, dan Tahapannya

Pengertian Negosiasi, Aspek Kemampuan, dan Tahapannya

Skola
Mengenal Debat Parlemen

Mengenal Debat Parlemen

Skola
Mengenal Kurikulum Merdeka dan Peran Gurunya

Mengenal Kurikulum Merdeka dan Peran Gurunya

Skola
Gangguan Alat Indera Manusia

Gangguan Alat Indera Manusia

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.