Kompas.com - 13/01/2020, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Setelah Gerakan Tiga A dan Putera dibubarkan, Jepang perlu membentuk organisasi sosial lainnya. Organisasi ini dibutuhkan untuk menguatkan dukungan rakyat pribumi.

Apalagi, pada 1944, Jepang mulai terhimpit dalam perang melawan negara-negara Barat. Sebagai pengganti Gerakan Tiga A dan Putera, Jepang membentuk Jawa Hokokai.

Berikut penjelasan Jawa Hokokai seperti dikutip dari buku Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (2019):

Dipegang Jepang

Panglima Tentara ke-16 Jepang, Jenderal Kumaikici Harada membentuk Jawa Hokokai atau Himpunan Kebaktian Jawa pada 8 Januari 1944. Jawa Hokokai dibentuk untuk menumbuhkan persatuan dan semangat rakyat.

Baca juga: Kedatangan Jepang di Indonesia, Mengapa Disambut Gembira?

Untuk menghadapi perang Jepang, rakyat diharapkan memberi darma baktinya. Kebaktian yang dimaksud berupa:

  1. Mengorbankan diri
  2. Mempertebal persaudaraan
  3. Melaksanakan suatu tindakan dengan bukti

Berbeda dengan Putera yang digerakkan oleh tokoh pergerakan nasional, Jawa Hokokai benar-benar organisasi resmi pemerintah.

Pimpinan pusat, Gunseikan, dan dipegang oleh orang Jepang. Pimpinan daerah dari daerah syu (dipimpin syukocan), desa (ku dipimpin kuco), hingga tingkat rukun tetangga gumi, dipegang orang Jepang.

Soekarno dan Hasyim Asy'ari hanya berperan sebagai penasihat.

Baca juga: Gerakan Tiga A dan Propaganda Jepang

Jawa Hokokai dibentuk sampai rukun tetangga untuk mengorganisasikan 10 hingga 20 keluaga.

 Baca juga: Kerja Rodi dan Romusha, Kerja Paksa Zaman Penjajahan

Pengerahan tenaga rakyat

Program-program Jawa Hokokai yakni:

  1. Melaksanakan segala tindakan dengan nyata dan ikhlas demi pemerintah Jepang
  2. Memimpin rakyat untuk mengembangkan tenaganya berdasarkan semangat persaudaraan
  3. Memperkokoh pembelaan tanah air

Jawa Hokokai terdiri dari hokokai (himpunan kebaktian) sesuai dengan bidang profesi. Ada Kyoiku Hokokai (kebaktian para pendidik guru-guru) dan Izi Hokokai (wadah kebaktian para dokter).

Ada juga anggota istimewa Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan) dan Fujinkai.

Baca juga: Pemerintahan Sipil Jepang di Indonesia

Fujinkai adalah organisasi perempuan yang meleburkan seluruh organisasi perempuan Indonesia. Jepang memerlukan organisasi ini sebagai tenaga bantuan untuk mengatasi masalah sosial ekonomi yang buruk pada masa itu.

Fujinkai dipimpin oleh Nyonya Sunarjo Mangunpuspito, tokoh pergerakan nasional. Melalui Fujinkai, diadakan kegiatan sosial di kampung-kampung di dalam kota, antara lain penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan.

Fujinkai juga mengadakan kegiatan bertanam kapas, memintal benang, dan menenun. Pada dasarnya, kegiatan Fujinkai adalah untuk membantu meringankan penderitaan rakyat.

Untuk memenangkan perang Jepang, anggota Jawa Hokokai memang diminta mengerahkan tenaga dan hasil bumi sesuai dengan target yang di tentukan.

Baca juga: Putera, Organisasi Propaganda Jepang Pimpinan Empat Serangkai

Jawa Hokokai hanya berkembang di Pulau Jawa. Di Sumatra, organisasi seperti Jawa Hokokai sulit dibentuk.

Ini dikarenakan Sumatra punya suku, bahasa, dan adat istiadat, sehingga sulit dibentuk organisasi yang terpusat.

Di luar Jawa, hanya ada organisasi lokal yang di tingkat daerah. Golongan nasionalis di luar Jawa pun tidak mendapatkan wadah.

Baca juga: Heiho dan PETA, Organisasi Militer Bentukan Jepang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian IPTEK, Dampak, dan Perannya bagi Ekonomi 

Pengertian IPTEK, Dampak, dan Perannya bagi Ekonomi 

Skola
Mengenal Upacara Puputan Adat Jawa 

Mengenal Upacara Puputan Adat Jawa 

Skola
Hikayat: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Strukturnya

Hikayat: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Strukturnya

Skola
Iklan Elektronik: Ciri-ciri dan Jenisnya

Iklan Elektronik: Ciri-ciri dan Jenisnya

Skola
Soal dan Jawaban Perkalian dan Pembagian Aljabar Bentuk Suku Banyak

Soal dan Jawaban Perkalian dan Pembagian Aljabar Bentuk Suku Banyak

Skola
4 Teori Ekonomi Mikro

4 Teori Ekonomi Mikro

Skola
Perbedaan Kader dan Kaderisasi

Perbedaan Kader dan Kaderisasi

Skola
Soal dan Jawaban Mengubah Persamaan ke Dalam Bentuk Aljabar

Soal dan Jawaban Mengubah Persamaan ke Dalam Bentuk Aljabar

Skola
Jenis-jenis Homo Erectus di Indonesia

Jenis-jenis Homo Erectus di Indonesia

Skola
Soal dan Jawaban Suku dalam Bentuk Aljabar

Soal dan Jawaban Suku dalam Bentuk Aljabar

Skola
Kontravensi: Pengertian dan Contohnya

Kontravensi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Soal dan Jawaban Penjelasan Menggunakan Bentuk Aljabar

Soal dan Jawaban Penjelasan Menggunakan Bentuk Aljabar

Skola
6 Jenis Properti Tari Kreasi

6 Jenis Properti Tari Kreasi

Skola
Perbedaan Ceramah dan Pidato

Perbedaan Ceramah dan Pidato

Skola
Mengenal Upacara Tedak Siten, Tradisi Masyarakat Jawa

Mengenal Upacara Tedak Siten, Tradisi Masyarakat Jawa

Skola
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.