Kedatangan Jepang di Indonesia, Mengapa Disambut Gembira?

Kompas.com - 11/01/2020, 08:00 WIB
Penduduk Aceh dengan gembira menyambut kedatangan pasukan Garuda Kekaisaran Jepang berbaris melewati Masjid Raya Kutaraja. Seri Nusantara Membara: Invasi ke Sumatra (2019)Penduduk Aceh dengan gembira menyambut kedatangan pasukan Garuda Kekaisaran Jepang berbaris melewati Masjid Raya Kutaraja.

KOMPAS.com - Masa pendudukan Jepang pada 1942 sampai 1945 menjadi catatan sejarah kelam dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Jutaan rakyat Indonesia kala itu hidup tersiksa dan kelaparan. Mereka dipaksa bekerja dan tak punya kebebasan.

Ironinya, di awal kedatangannya, Jepang disambut gembira oleh rakyat Indonesia. Sebelum sampai ke cerita itu, mari simak dulu latar belakang Jepang datang ke Indonesia.

Negara imperialis

Dikutip dari Masa Pendudukan Jepang (2018), sebelum abad ke-18, Jepang adalah negara yang terbelakang.

Baca juga: PETA, Pasukan Indonesia Bentukan Jepang

Jepang hanya mampu mengekor tetangganya, China dalam berbagai hal. Namun ini semua berubah ketika Amerika datang ke Jepang memaksa Jepang membuka pelabuhannya.

Bangsa Jepang menyadari ketertinggalan mereka jika dibanding dengan negara-negara barat. Mereka pun melakukan revolusi besar-besaran dengan belajar ke barat.

Revolusi ini dikenal dengan Restorasi Meiji yang dimulai pada 1868. Hasilnya, Jepang semakin kuat dan modern.

Bersamaan dengan ilmu dan teknologi, Jepang juga membawa ajaran imperialisme dari barat.

Imperialisme adalah upaya mendominasi dan memperkuat negara dengan menjajah atau menguasai wilayah lain.

Baca juga: Heiho dan PETA, Organisasi Militer Bentukan Jepang

Jepang membawa ideologi fasisme. Fasisme biasanya dicirikan dengan nasionalisme yang berlebihan (ultranasionalisme), mengutamakan kekuatan militer, dan otoriter.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Surat Lamaran Pekerjaan: Isi, Unsur Kebahasaan, dan Sistematika

Surat Lamaran Pekerjaan: Isi, Unsur Kebahasaan, dan Sistematika

Skola
Soal UAS Kimia: Reaksi Redoks

Soal UAS Kimia: Reaksi Redoks

Skola
Soal UAS Kimia: Sel Elektrolisis

Soal UAS Kimia: Sel Elektrolisis

Skola
Soal UAS Kimia: Sel Volta

Soal UAS Kimia: Sel Volta

Skola
Teknik Base Running dalam Permainan Kasti

Teknik Base Running dalam Permainan Kasti

Skola
Teknik Menangkap Bola dalam Permainan Kasti

Teknik Menangkap Bola dalam Permainan Kasti

Skola
Teknik Melempar Bola dalam Permainan Kasti

Teknik Melempar Bola dalam Permainan Kasti

Skola
Teknik Pukulan dalam Permainan Kasti

Teknik Pukulan dalam Permainan Kasti

Skola
Fungsi Sosial Seni Musik

Fungsi Sosial Seni Musik

Skola
Teknik Memegang Bola dalam Permainan Baseball

Teknik Memegang Bola dalam Permainan Baseball

Skola
Peradaban Akkadia: Sistem Pemerintahan dan Kebudayaan

Peradaban Akkadia: Sistem Pemerintahan dan Kebudayaan

Skola
Peristiwa Pengepungan Baghdad (1258)

Peristiwa Pengepungan Baghdad (1258)

Skola
Perbedaan Baseball dengan Softball

Perbedaan Baseball dengan Softball

Skola
Teknik Dasar Permainan Kasti

Teknik Dasar Permainan Kasti

Skola
Sejarah Perang Salib IV (1218-1291)

Sejarah Perang Salib IV (1218-1291)

Skola
komentar
Close Ads X