Kompas.com - 12/08/2022, 08:32 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com - Perubahan iklim adalah ancaman global terbesar bagi ekosistem terumbu karang.

Bukti ilmiah saat ini telah menunjukkan bahwa atmosfer Bumi dan lautan memanas sebagai akibat dari gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia.

Saat suhu naik, peristiwa pemutihan karang massal dan wabah penyakit menular menjadi lebih sering. 

Selain itu, karbon dioksida yang diserap ke laut dari atmosfer telah mulai mengurangi tingkat pengapuran pada organisme pembentuk terumbu karang dan organisme yang terkait dengan terumbu dengan mengubah kimia air laut melalui penurunan pH. Proses inilah yang disebut pengasaman laut.

Baca juga: 5 Penyebab Perubahan Iklim

Perubahan iklim akan memengaruhi ekosistem terumbu karang melalui kenaikan permukaan laut, perubahan frekuensi dan intensitas badai tropis, serta perubahan pola sirkulasi laut. 

Saat terakumulasi, semua dampak ini secara dramatis mengubah fungsi ekosistem serta barang dan jasa yang disediakan ekosistem terumbu karang.

Efek perubahan iklim terhadap terumbu karang

Dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), berikut adalah efek perubahan iklim terhadap terumbu karang:

1. Lautan yang memanas

Lautan yang memanas menyebabkan tekanan termal yang berkontribusi pada pemutihan karang dan penyakit menular.

2. Kenaikan permukaan laut

Kenaikan permukaan laut dapat menyebabkan peningkatan sedimentasi untuk terumbu karang yang terletak di dekat sumber sedimen berbasis daratan.

Baca juga: Gelombang Panas Eropa Disebut akibat Perubahan Iklim, 1.000 Orang di Portugal Meninggal Karenanya

Limpasan sedimentasi ini nantinya dapat menyebabkan tercekiknya karang.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Kuda Poni, Kuda yang Bertubuh Kecil?

Apa Itu Kuda Poni, Kuda yang Bertubuh Kecil?

Oh Begitu
Anak Sembuh dari Covid-19, Haruskah Melakukan Pemeriksaan Pasca Covid?

Anak Sembuh dari Covid-19, Haruskah Melakukan Pemeriksaan Pasca Covid?

Oh Begitu
3 Manfaat Makan Apel Sebelum Tidur

3 Manfaat Makan Apel Sebelum Tidur

Oh Begitu
Apa Perbedaan Greek Yogurt dengan Yogurt Biasa?

Apa Perbedaan Greek Yogurt dengan Yogurt Biasa?

Oh Begitu
4 Sayuran Terbaik untuk Bayi Usia 6 Bulan ke Atas

4 Sayuran Terbaik untuk Bayi Usia 6 Bulan ke Atas

Oh Begitu
Hiu Misterius dengan Senyum Mirip Manusia Ditemukan di Australia

Hiu Misterius dengan Senyum Mirip Manusia Ditemukan di Australia

Oh Begitu
Apa Fungsi Lengan Kecil pada Dinosaurus T. Rex?

Apa Fungsi Lengan Kecil pada Dinosaurus T. Rex?

Oh Begitu
Apa Efek Samping Makan Yogurt Setiap Hari?

Apa Efek Samping Makan Yogurt Setiap Hari?

Kita
5 Sayuran yang Aman untuk GERD

5 Sayuran yang Aman untuk GERD

Oh Begitu
Hewan Trenggiling Itu Apa dan Kenapa Terancam Punah?

Hewan Trenggiling Itu Apa dan Kenapa Terancam Punah?

Oh Begitu
Setelah Didiagnosis Alzheimer, Apa Saja Perawatan yang Penting Diperhatikan?

Setelah Didiagnosis Alzheimer, Apa Saja Perawatan yang Penting Diperhatikan?

Oh Begitu
Ciri-ciri Fisik Ikan Koi yang Khas

Ciri-ciri Fisik Ikan Koi yang Khas

Oh Begitu
Benarkah Makan Apel Bisa Menurunkan Kolesterol?

Benarkah Makan Apel Bisa Menurunkan Kolesterol?

Oh Begitu
Nyeri pada Tular Ekor Bawah, Apa Penyebabnya?

Nyeri pada Tular Ekor Bawah, Apa Penyebabnya?

Halo Prof!
Kapan Manusia Mulai Berbicara? Ahli Bahasa Jelaskan

Kapan Manusia Mulai Berbicara? Ahli Bahasa Jelaskan

Prof Cilik
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.