Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asteroid Raksasa Lintasi Bumi Hari Ini, Apakah Terlihat dari Indonesia?

Kompas.com - 27/05/2022, 13:00 WIB
Mela Arnani,
Shierine Wangsa Wibawa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah asteroid besar berukuran lebih dari 13 kali Monumen Nasional (Monas) akan mendekat ke Bumi pada hari ini 27 Mei 2022.

Asteroid bernama 7335 (1989 JA) ini berada pada jarak sekitar 4 juta kilometer atau hampir 10 kali jarak rata-rata antara Bumi dan Bulan.

Mengingat ukuran batu luar angkasa yang sangat besar dengan diameter 1,8 km dan relatif dekat dengan Bumi, asteroid ini diklasifikasikan berpotensi berbahaya. Artinya, asteroid dapat melakukan kerusakan besar pada planet apabila orbitnya berubah dan menumbuk Bumi.

Menurut NASA, 7335 (1989 JA) merupakan asteroid terbesar yang akan melakukan pendekatan ke Bumi tahun ini. Para ilmuwan memperkirakan asteroid bergerak dengan kecepatan sekitar 47.200 mph (76.000 km/jam).

Asteroid ini menjadi salah satu dari lebih 29.000 objek dekat Bumi (NEO) yang dilacak NASA setiap tahun. NEO mengacu pada objek astronomi apa pun yang melintas dalam jarak sekitar 30 juta mil (48 juta km) dari orbit Bumi.

Baca juga: Hari Ini, Badai Matahari Ringan Menghantam Bumi

Apakah akan terlihat dari Indonesia?

Astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan bahwa asteroid yang mendekat Bumi hari ini akan ada di langit selatan.

"Melintas di rasi bintang Centaurus, berdekatan dengan rasi Crux atau Gubug Penceng (nama lain Layang Layang atau Salib Selatan)," ujar Marufin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/5/2022).

Asteroid yang akan melintas Bumi ini cukup redup sehingga praktis hanya lebih terang dibandingkan Pluto.

Meski begitu, asteroid 7335 (1989 JA) dapat terlihat dari Indonesia, tetapi dalam pengamatannya harus menggunakan teleskop besar.

"Butuh teleskop besar (diameter cermin/lensa > 20 cm) untuk mengamatinya (asteroid) dengan mudah," jelas dia.

Baca juga: Roket SpaceX Digunakan Lagi, Populasi Satelit Starlink di Orbit Bumi Bertambah

Asteroid 7335

Asteroid 7335 (1989 JA) masuk dalam kelas asteroid yang disebut kelas Apollo, mengacu pada asteroid yang mengorbit matahari dan secara berkala melintasi orbit Bumi.

NASA memantau NEO semacam ini dengan cermat, dan baru-baru ini meluncurkan misi untuk menguji apakah asteroid yang berpotensi berbahaya suatu hari nanti dapat dibelokkan dari jalur tabrakan dengan Bumi.

Pada November 2021, NASA meluncurkan pesawat luar angkasa yang disebut Double Asteroid Redirection Test (DART), yang akan bertabrakan langsung dengan asteroid Dimorphos selebar 525 kaki (160 meter) pada musim gugur 2022.

Tabrakan tersebut tidak akan menghancurkan asteroid, tapi ini mungkin sedikit mengubah jalur orbit batu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com