Kompas.com - 27/05/2022, 08:30 WIB

KOMPAS.comPlanet dengan gravitasi terkuat adalah Jupiter. Mungkin Anda akan mudah menebak ini karena Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya. Begini penjelasannya.

Faktor yang memengaruhi gravitasi planet

Gravitasi adalah gaya tarik Bumi yang membuat semua benda akan tetap menempel atau kembali ke Bumi. Misalnya, ketika kita melempar suatu barang setinggi apapun, benda tersebut pasti akan kembali jatuh ke permukaan Bumi.

Gaya gravitasi sangat penting karena kaya gravitasi akan membantu planet untuk tetap berotasi dan berevolusi pada orbitnya. Orbit ini menjaga planet agar tidak saling bertabrakan satu sama lain.

Gravitasi planet dipengaruhi oleh massa, kepadatan, dan ukuran planet. Semakin kecil massa suatu planet, maka gaya gravitasinya juga akan semakin lemah. Selain itu, semakin padat suatu planet, maka gravitasi atau daya tariknya juga akan semakin kuat. Sedangkan untuk ukuran planet, planet yang lebih besar cenderung memiliki gaya gravitasi yang besar pula.

Gravitasi terkuat

Gravitasi terkuat di tata surya kita dimiliki oleh Jupiter. Massa planet Jupiter adalah sekitar 318 kali lebih besar dari Bumi. Namun, gravitasinya tidak 318 kali lebih kuat dari Bumi. Hal ini disebabkan kepadatan planet Jupiter yang rendah.

Selain itu, ukuran Jupiter juga jauh lebih besar dari Bumi. Jupiter memiliki diameter 139.820 kilometer atau setara dengan hampir 11 kali lipat ukuran Bumi. Ukuran yang besar ini juga berperan membuat Jupiter memiliki gaya tarik yang kuat.

Baca juga: Planet dengan Rotasi Tercepat, Sehari di Sana Kurang dari 10 Jam

Gravitasi di planet Jupiter setara dengan 2,4 kali gravitasi Bumi. Gravitasi Bumi adalah 9,81 meter per sekon kuadrat. Sedangkan gravitasi Jupiter adalah 24,8 meter per sekon kuadrat.

Gaya tarik yang sangat kuat ini akan membuat berat badan seseorang juga menjadi berkali lipat di Jupiter. Orang dengan berat 45 kilogram di Bumi akan memiliki berat badan 113 kilogram di Jupiter.

Para ahli meyakini salah satu dampak dari gaya tarik yang sangat kuat ini adalah tidak terbentuknya planet di antara Jupiter dan Mars, dimana letak sabuk asteroid berada.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.