Kompas.com - 19/05/2022, 20:31 WIB


KOMPAS.com- Blood moon adalah istilah khusus untuk gerhana bulan total (GBT). Ada banyak sekali mitos-mitos yang dipercayai oleh banyak kepercayaan dan budaya di dunia terkait fenomena blood moon ini.

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan, disebut sebagai blood moon adalah karena pada saat terjadi gerhana bulan, sinar matahari itu dibiaskan oleh atmosfer dan pembiasannya ini bersifat selektif.

"Artinya, pada saat lintasan sinar yang ditempuh melalui atmosfer itu lebih panjang, maka akan dibiaskan ke spektrum warna merah," kata Andi kepada Kompas.com, Kamis (19/5/2022).

Hal ini juga dijelaskan dalam keterangan resmi NASA, salah satu arti dari blood moon atau “bulan darah” didasarkan pada cahaya merahnya.

Pada bulan ini fenomena blood moon sudah terjadi pada 15-16 Mei 2022. Sayangnya, fenomena blood moon yang terjadi pada Mei 2022 ini hanya bisa dilihat atau diamati dari sejumlah wilayah di dunia, tetapi tidak termasuk di Indonesia.

Namun, blood moon ini akan kembali terjadi pada 8 November 2022. Pada saat itu, nanti gerhana bulan akan mencapai puncaknya pada pukul 10.59 UT atau 18.59 WIB, dan bisa disaksikan di Indonesia.

Baca juga: Super Blood Moon Saat Waisak Pernah Terjadi di 2003, tapi Mengapa Disebut Langka?

Mengiringi keindahan fenomena langit dari Gerhana Bulan Total atau blood moon ini, ada banyak sekali mitos-mitos yang dipercayai di sejumlah negara dan budaya di dunia. Berikut 10 mitos blood moon.

1. Pantangan tidak boleh makan selama gerhana terjadi

Melansir NDTV, Senin (16/5/2022), mitos pertama yang ada terkait fenomena blood moon atau saat gerhana bulan total terjadi yaitu orang-orang dilarang untuk makan.

Mitos ini dilakukan di India dan beberapa budaya lainnya. Di mana sampai saat ini ternyata tidak ada bukti ilmiah sama sekali yang memperkuat aktivitas larangan makan saat gerhana bulan total terjadi.

2. Tidak boleh mandi

Mitos berikutnya yang dilakukan oleh beberapa budaya yakni mempercayai bahwa mandi selama gerhana bulan dapat berdampak buruk pada kesehatan. Untuk itu, mereka meyakini selama gerhana bulan terjadi maka tidak diperbolehkan bagi mereka untuk mandi.

Aktivitas larangan mandi saat gerhana bulan dengan alasan berdampak buruk pada kesehatan ini ternyata tidak terbukti secara ilmiah sama sekali sampai saat ini.

3. Tidak boleh tidur

Mitos Gerhana Bulan Totalnya atau saat fenomena blood moon yang menjadi larangan saat gerhana bulan adalah tidur. Namun, hal ini tentunya tidak dapat dipercayai begitu saja mengingat siklus gerhana bulan akan berbeda-beda waktunya di berbagai wilayah di seluruh dunia.

Baca juga: Gerhana Bulan Total, Kenapa Berwarna Merah dan Disebut Super Blood Moon?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.