Video Viral Sopir di Kalteng Tewas Disengat Tawon, Ketahui Perbedaan Tawon dan Lebah

Kompas.com - 19/01/2022, 13:30 WIB
Ilustrasi lebah pemotong daun. PIXABAY/ANNEMARIEVANDAM2311Ilustrasi lebah pemotong daun.

KOMPAS.com - Sebuah video viral memperlihatkan seorang sopir tewas di jalan lintas Sei Hanyu, Puruk Cahu, Desa Jekatan Pari, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam video tersebut, dikatakan bahwa sopir meninggal dunia setelah tersengat lebah naning (Apis dorsata) saat sedang memeriksa mobilnya akibat jalanan berlumpur.

Namun, menurut Peneliti Pusat Riset Biologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sih Kahono, sopir itu disengat tawon vespa, bukan lebah seperti kabar yang beredar.

Baca juga: Bukan Lebah, Sopir di Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa, Ini Kata Peneliti BRIN

Kahono mengatakan, dari informasi yang ada saat ini dapat disimpulkan serangga yang menyengat sopir di Kalteng bukanlah lebah madu, melainkan tawon vespa.

“Kekuatan racun tawon vespa lebih kuat dari lebah, tapi frekuensi penyengatan juga penting. Semakin sering menyengat akan semakin kuat sengatannya,” jelasnya.

Lebah dan tawon memang sering kali dianggap satu jenis hewan yang sama. Pasalnya, kedua hewan ini memiliki bentuk tubuh yang hampir serupa.

Padahal, lebah dan tawon sebenarnya berbeda, meskipun sama-sama bisa menyengat, bisa terbang, dan termasuk ke dalam ordo Hymenoptera.

Melansir Britannica, Rabu (19/1/2022) lebah ataupun tawon terdiri lebih dari 20.000 spesies.

Biasanya orang menganggap lebah madu (Apis mellifera) dan tawon Vespula atau tawon jaket kuning sebagai hewan yang sama karena memiliki garis yang melingkar serta sayap di tubuhnya.

Hal inilah yang menyebabkan banyak orang keliru tentang lebah dan tawon. Sebenarnya, apa perbedaan keduanya? 

Perbedaan lebah dan tawon

1. Bentuk tubuh

Jika diperhatikan, lebah dan tawon memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Secara umum, lebah madu biasanya lebih gemuk, memiliki warna keemasan dan bulu-bulu halus di sekujur tubuh mereka.

Karakteristik itulah yang membantu lebah untuk mengumpulkan serta menyebarkan serbuk sari bunga.

Pada tawon, tubuhnya lebih ramping dengan lingkaran berwarna kuning dan hitamnya di tubuhnya, dan perut yang tampak meruncing.

2. Sarang lebah dan tawon

Perbedaan kedua, lebah biasa hidup dengan menyimpan madu di sarang yang terbuat dari lilin atau dikenal sebagai sarang lebah.

Sementara tawon membuat sarangnya dari bahan bertekstur seperti kertas berpartikel kayu yang telah dikunyah, kemudian menyatukan sarang dengan air liurnya sendiri.

Baca juga: 5 Fakta Tawon Ndas yang Harus Diketahui, dari Waktu Aktif sampai Feromon

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Preeklamsia, Hipertensi di Masa Kehamilan

Mengenal Preeklamsia, Hipertensi di Masa Kehamilan

Oh Begitu
Tak Bisa Sembuh, Kenali Gejala Penyakit Lupus dan Hal yang Harus Dihindari

Tak Bisa Sembuh, Kenali Gejala Penyakit Lupus dan Hal yang Harus Dihindari

Oh Begitu
Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Jadi 14 Kasus, Ini Laporan Kemenkes

Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Jadi 14 Kasus, Ini Laporan Kemenkes

Kita
4 Kebiasaan Bikin Miss V Berbau Tidak Sedap, Salah Satunya Jarang Mandi

4 Kebiasaan Bikin Miss V Berbau Tidak Sedap, Salah Satunya Jarang Mandi

Oh Begitu
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.