Kompas.com - 28/12/2021, 10:05 WIB

KOMPAS.com - Saat merasa kedinginan, terkadang tubuh memberikan respons seperti gemetar, gigi yang bergemeretak, hingga menggigil.

Lantas, sebenarnya mengapa tubuh kita menggigil saat kedinginan? Nah, untuk menjawabnya, misteri tubuh manusia kali ini membahas mengenai hal tersebut.

Melansir Mental Floss, Kamis (8/3/2018) menggigil saat kedinginan adalah bagian dari respons alami tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya atau disebut homeostasis.

Sederhananya, tubuh memiliki respons untuk menghadapi perubahan seperti dingin ataupun panas dan harus menjaga suhunya tetap konsisten.

Baca juga: Kenapa Kita Sakit Perut Saat Nervous? Ini Penjelasan Sains

Melansir Live Science, Sabtu (9/2/2013) tubuh perlu menjaga suhu intinya pada titik 36,9 derajat Celcius. Ketika pada suhu ini tubuh terkena udara yang dingin, maka tubuh akan menggigil agar terhindar dari hipotermia.

Sementara, hipotermia dapat terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celcius. Penurunan suhu yang drastis ini dapat mengganggu fungsi saraf, jantung, serta pernapasan.

Saat menggigil, otot-otot menegang dan mengendur berulang kali dalam waktu singkat. Kemudian, energi yang dibutuhkan otot mengeluarkan panas, dan menjaga tubuh sedikit lebih hangat.

Selain itu, ketika tubuh kedinginan, saraf di kulit akan mengirimkan sinyal ke otak, agar segera menghangatkan tubuh.

Pada saat ini lah tubuh merespons kode yang dikirimkan otak dengan menggigil, di mana otot di seluruh badan termasuk otot rahang digetarkan dengan cepat sampai membuat gigi gemeretak. Tubuh akan menghasilkan panas secara alami, lalu suhu tubuh akan meningkat.

Menggigil kedinginan biasanya hanya berlangsung beberapa jam sampai otot kehabisan energi berupa glukosa yang telah digunakan tersebut.

Baca juga: Kenapa Mata Kita Tertutup Saat Bersin? Ini Penjelasannya

 

Respons menggigil saat kedinginan berbeda pada setiap orang

Setiap orang mungkin memiliki respons menggigil yang berbeda-beda saat merasa kedinginan.

Misalnya, anak-anak yang tidak memiliki banyak lemak di tubuh lebih mudah menggigil ketika kedinginan. Sedangkan orang dewasa yang memiliki banyak lemak di tubuh cenderung lebih baik dalam menahan untuk tidak menggigil saat dingin.

Selain itu, kepekaan seseorang pada suhu dingin juga dapat berubah seiring bertambahnya usia, maupun disebabkan masalah kesehatan seperti gangguan kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid).

Orang yang berusia tua akan lebih sensitif terhadap suhu dingin karena terjadinya penipisan lapisan lemak di bawah kulit, serta menurunnya sirkulasi darah akibat faktor penuaan.

Cara mengatasi menggigil kedinginan

Jika Anda merasa sangat kedinginan, segera hangatkan tubuh dengan menggunakan pakaian hangat, selimut, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang hangat.

Akan tetapi, jika kedinginan terus-menerus dirasakan sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Sebab, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu gangguan kelenjar tiroid.

Di samping itu, jika menggigil kedinginan disertai dengan demam maupun flu, Anda juga bisa memeriksakan diri agar mendapat tindakan yang tepat.

Baca juga: Kenapa Bayi Baru Lahir Langsung Menangis? Ini Penjelasannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.