Kompas.com - 30/11/2021, 17:34 WIB
Buru Opalescent Birdwing, salah satu kupu-kupu terbesar di dunia yang ada di Indonesia ShutterstockBuru Opalescent Birdwing, salah satu kupu-kupu terbesar di dunia yang ada di Indonesia

KOMPAS.comKupu-kupu dan ngengat adalah dua jenis serangga yang memiliki bentuk mirip sekali, hingga sulit dibedakan. Tahukah kamu perbedaan kupu-kupu dan ngengat?
Kupu-kupu dan ngengat adalah sama-sama serangga yang masuk ke dalam ordo Lepidoptera.

Ciri-ciri hewan Lepidoptera adalah memiliki dua pasang sayang yang bersisik halus, mengalami metamorfosis sempurna, saat tahap larva mulutnya menggigit, sedangkan pada tahap dewasa menjadi hewan pengisap.

Perbedaan kupu-kupu dan ngengat

Terdapat beberapa perbedaan kupu-kupu dan ngengat yang bisa diamati. Berikut penjelasannya.

Perbedaan Kupu-kupu Ngengat
Bentuk antena di kepala Ujung antena membulat Ujung antena runcing dan berbulu halus
Antena Langsing seperti lidi Pendek, bentuknya seperti bulu dan sisir
Mencari makan dan beraktivitas Siang hari (diurnal) Malam hari (nokturnal)
Sayap saat beristirahat Sayapnya menutup Sayapnya tetap terbuka dan mendatar
Warna dan corak sayap Warna bervariasi dan mencolok Warna monoton dan cenderung gelap
Larva (ulat) Memiliki 5 pasang kaki semu Memiliki kaki semu kurang dari 5 pasang
Pupa (kepompong) Telanjang, ujungnya dilengkapi tali sutera untuk melekat, terbuat dari protein yang mengeras Terbuat dari kokon sutra
Tubuh Lebih langsing, lebih besar, dan tidak berbulu Lebih lebar, berbulu, dan lebih kecil
Jaringan penghubung sayap Tidak ada Terdapat jaringan frenulum seperti otot

Baca juga: Perbedaan Macan Tutul dan Jaguar

Manfaat kupu-kupu dan ngengat untuk ekosistem

Kupu-kupu dan ngengat sama-sama memiliki manfaat bagi ekosistem. Pertama, kupu-kupu membantu proses polinasi tumbuhan. Kedua, merupakan indikator ekosistem yang sehat karena kupu-kupu dan ngengat adalah mangsa dari hewan-hewan pemangsa serangga.

Ketiga, siklus hidupnya dengan metamorfosis sempurna merupakan hal yang menarik untuk diajarkan kepada anak-anak. Keempat, memiliki keuntungan ekonomis pada taman dan observatori kupu-kupu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.