Kompas.com - 09/09/2021, 21:02 WIB
Ilustrasi sapi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sapi.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Hewan ruminansia, seperti sapi dan kerbau, memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan hewan lain.

Misalnya, proses pencernaan makanan pada sapi sebagai hewan ruminansia memiliki beberapa tahapan, yakni pencernaan secara mekanis, pencernaan pada rumen, retikulum, omasum, usus halus, dan usus besar.

Dilansir dari Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Lebak, berikut adalah penjelasan mengenai proses pencernaan pada hewan ruminansia.

1. Pencernaan secara mekanis

Pencernaan secara mekanis dilakukan di dalam mulut. Makanan yang sudah dikunyah di dalam mulut, setelah istirahat, akan dikeluarkan kembali, dan dikunyah lebih halus.

Proses pencernaan ini dibantu oleh air liur atau saliva untuk membuat proses pengunyahan lebih mudah.

Baca juga: Tips Memasak Daging Sapi agar Lebih Sehat, Perhatikan Suhunya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, air liur juga membantu menetralkan asam dari pakan ternak saat masuk ke dalam rumen.

2. Pencernaan pada rumen

Rumen adalah perut besar dan merupakan bagian lambung paling besar dalam pencernaan hewan ruminansia.

Fungsi rumen adalah sebagai tempat fermentasi oleh mikroba, tempat absorbsi VFA, dan tempat pencampuran makanan.

Rumen sapi memiliki jenis bakteri yang berbeda dengan jumlah yang sangat banyak. Selain itu, terdapat beberapa tipe protozoa yang membantu memanfaatkan serat dari bahan pakan dan sumber nitrogen non protein.

3. Pencernaan pada retikulum

Retikulum adalah organ pencernaan hewan ruminansia yang bagian dalamnya mirip dengan jala sehingga disebut juga perut jala.

Baca juga: Nutrisi dan Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan

Fungsi retikulum adalah sebagai tempat fermentasi pakan oleh mikroorganisme. Hasil fermentasi dari retikulum adalah VFA, amonia, dan air.

3. Pencernaan pada omasum

Omasum adalah lambung ketiga yang dimiliki hewan ruminansia. Disebut sebagai perut buku, omasum memiliki lipatan-lipatan seperti buku.

Proses pencernaan pada omasum masih termasuk fermentasi mikroorganisme. Selain itu, omasum juga berfungsi mengatur arus ingesta ke abomasum dan menyaring partikel yang besar.

4. Pencernaan pada abomasum

Abomasum terbagi menjadi tiga, yakni florika (sekresi mukus), fundika (sekresi pepsinogen, renin, dan mukus), serta kardia (sekresi mukus).

Abomasum adalah tempat permulaan pencernaan protein dan pengatur arus digesta ke duodenum.

Baca juga: Ini Potongan Daging Sapi yang Paling Sehat dan Rendah Lemak

5. Pencernaan pada usus halus

Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum, dan ileum. Bakteri dari lambung tidak bisa hidup di duodenum karena kondisi asam dalam duodenum.

Dalam tahap pencernaan ini, makanan akan dicerna dengan bantuan enzim dari dinding usus sehingga partikelnya lebih halus.

6. Pencernaan pada usus besar

Sisa-sisa dari proses pencernaan sebelumnya akan didorong ke usus besar. Sisa pencernaan tersebut masih memiliki mineral dan air yang akan diserap di usus besar.

Seluruh zat yang diserap akan didistribusikan ke seluruh tubuh, sedangkan sisa pencernaan akan dikeluarkan melalui rektum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.