Kompas.com - 10/08/2021, 09:01 WIB

KOMPAS.com - Diabetes merupakan penyakit endemik global dengan tingkat prevalensi yang terus meningkat pesat di seluruh dunia, baik di negara berkembang maupun negara maju. 

Diabetes melitus tipe-2 adalah kondisi serius yang dialami oleh lebih dari 10,7 juta orang di Indonesia.

Meskipun dengan majunya perkembangan teknologi menjadikan beragam pengobatan sudah tersebut, tetapi masih banyak pasien diabetes melitus-2 kesulitan mengontrol kadar glikemik dalam tubuh.

Alhasil, ini juga membuat pasien sulit menghadapi masalah berat badan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, serta ginjal.

Berikut beberapa penyakit lanjutan yang bisa terjadi akibat tidak terkontrolnya penyakit diabetes tipe-2 ini.

Baca juga: Terbukti Berdampak pada Pankreas, Covid-19 Bisa Sebabkan Lonjakan Kasus Diabetes

1. Obesitas

Sejumlah studi menunjukkan bahwa kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama penyebab diabetes tipe-2.

Direktur Indonesian Diabetes Institute Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD, FINASIM, FACE mengatakan, studi menunjukkan bahwa sekitar 70 persen pasien diabetes di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.  

Padahal, kata dia, obesitas dapat meningkatkan risiko kematian yang diakibatkan oleh penyakit komorbid. 

"Indeks massa tubuh (body mass index, BMI) yang tinggi dapat meningkatkan risiko kematian yang tinggi pula, yang sebagian besar diakibatkan oleh komplikasi penyakit kardiovaskular," kata Sidartawan dalam peluncuran Obat Diabetes Konsumsi Sekali Seminggu Pertama di Indonesia dari Novo Nordisk, Selasa (3/8/2021).

Namun, meskipun sudah menerapkan perubahan gaya hidup, beberapa pasien masih mengalami kesulitan mengurangi berat badan mereka.

2. Penyakit kardiovaskular

Diabetes dan kelebihan berat badan ataupun obesitas akan menjadi faktor risiko utama penyebab penyakit kardiovaskular. 

 

Ilustrasi pasien diabetes menyuntikan insulis, salah satu pengobatan diabetes.SHUTTERSTOCK/goffkein.pro Ilustrasi pasien diabetes menyuntikan insulis, salah satu pengobatan diabetes.

Hal ini dijelaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), Dr dr Sally A Nasution SpPD-KKV FINASIM FACP dalam kesempatan yang sama.

Sally mengatakan, tingkat kematian akibat diabetes cukup tinggi di Indonesia.

"Berdasarkan data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), tingkat kematian di Indonesia kini disebabkan oleh penyakit tidak menular dan terkait dengan diabetes," kata dia.

Sementara itu, studi lain menunjukkan bahwa sekitar 75 persen pasien diabetes tipe-2 berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

3. Ginjal kronis

Tidak hanya risiko penyakit kardiovaskular, diabetes juga dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis. 

Glukosa darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Ketika pembuluh darah rusak, ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Banyak orang dengan diabetes juga mengalami tekanan darah tinggi, yang juga dapat merusak ginjal. 

Baca juga: Benarkah Penderita Diabetes Rentan Terinfeksi Covid-19?

"Diabetes adalah salah satu penyebab terjadinya penyakit ginjal stadium akhir yang membutuhkan hemodialisa atau tranplantasi ginjal," kata dr Aida Lydia SpPD-KGH, PhD, FINASIM selaku Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).

Menurut Indonesian Renal Registry tahun 2019, 26 persen penyakit ginjal kronis disebabkan oleh nefropati diabetik. Saat ini diketahui, nefropati diabetik menjadi penyebab penyakit ginjal kronis tertinggi kedua setelah hipertensi di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.