Kompas.com - 13/07/2021, 19:34 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

KOMPAS.com - Orang yang pernah terinfeksi Covid-19 dan dinyatakan sembuh, masih berpeluang mengalami reinfeksi atau terpapar kembali di kemudian hari, dan gejalanya cenderung lebih berat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital, dr Yoga Fitria Kusuma Sp.PD mengatakan, walaupun telah terinfeksi Covid-19, tetap ada kemungkinan orang tersebut mengalami infeksi lagi setelah dinyatakan sembuh.

"Reinfeksi Covid-19 terjadi, ketika seseorang yang sudah sembuh dari infeksi virus corona terinfeksi lagi oleh struktur virus corona yang berbeda dengan infeksi virus corona sebelumnya," jelas Yoga.

Baca juga: Infeksi Ulang Covid-19 Meningkat, Ancam Kekebalan pada Virus

Ia menambahkan, reinfeksi berbeda dengan repositif atau reaktivasi virus, yakni kondisi ketika virus corona yang masih tersisa di tubuh menginfeksi orang itu lagi atau artinya disebabkan oleh virus dengan struktur yang sama.

Namun, kasus reinfeksi Covid-19 ini sebenarnya jarang terjadi.

Gejala reinfeksi Covid-19

Hingga saat ini, berbagai penelitian belum sampai pada satu kesimpulan, apakah gejala reinfeksi pasti lebih parah dibanding sebelumnya atau tidak. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dokter di Gulhane Training and Research Hospital di Turki menyebutkan, ada pasien yang pada infeksi pertama tak mengalami gejala, namun saat reinfeksi mengalami gejala ringan. 

Sedangkan, bila pada infeksi pertama harus dirawat di rumah sakit, pasien memerlukan perawatan intensif saat reinfeksi, terutama kalangan lansia yang memiliki penyakit penyerta.

Namun, beberapa penelitian lain menemukan, tidak ada perbedaan gejala antara infeksi pertama dan kedua. Justru ada pasien yang gejalanya lebih ringan ketika terkena reinfeksi Covid-19. 

“Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah sistem imun. Jika imun yang terbentuk dari infeksi pertama masih kuat dan bisa melawan virus corona, maka gejalanya akan ringan atau bahkan tidak ada gejala," kata dia.

"Sedangkan, bila imun sudah lemah atau tidak dapat menemukan virus corona yang menyerang tubuh seseorang, maka gejalanya bisa lebih berat,” tambahnya.

Baca juga: Infeksi Ulang Covid-19 Langka, tapi Sering Dialami Lansia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.