Kompas.com - 05/07/2021, 17:02 WIB

KOMPAS.com - Seiring dengan lonjakan kasus Covid-19, persediaan tabung oksigen sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien yang mengalami penurunan saturasi oksigen juga langka.

Untuk meningkatkan saturasi oksigen, belakangan beredar isu posisi proning dapat menjadi pilihan. Benarkah itu?

Saturasi oksigen adalah kadar oksigen di dalam darah. Kadar ini bisa diukur dengan menggunakan alat bernama oksimetri.

Penggunaannya pun cukup sederhana. Hanya dengan menjepitkan alat tersebut ke ujung jari selama beberapa detik, Anda akan mendapatkan angka saturasi oksigen. 

Darah akan mengantarkan oksigen ke seluruh sel di dalam tubuh. Oksigen sangat penting bagi sel untuk mengganti sel yang rusak, memberi asupan energi, mendukung sistem imun, dan berbagai manfaat lainnya. 

Maka dari itu sangat penting untuk menjaga kadar oksigen di dalam darah.

Baca juga: Seperti Apa Kondisi Pasien Covid-19 yang Butuh Tabung Oksigen?

Nilai normal saturasi oksigen 

Nilai normal saturasi oksigen menunjukkan seberapa baik fungsi paru, jantung, dan sistem peredaran darah Anda. 

Kadar oksigen normal adalah berkisar 95 sampai 100 persen. Ini artinya hampir semua sel darah merah mengangkut oksigen dan tidak ada hambatan dalam sistem peredaran darah. 

Pada beberapa orang dengan penyakit paru kronis biasanya memiliki kadar yang lebih rendah, yaitu sekitar 90 sampai 94 persen. Contoh penyakit paru kronis adalah asma dan emfisema. 

Sedangkan nilai di bawah itu dikategorikan hipoksia atau kekurangan oksigen. 

Jika Anda mengalami hipoksia, maka Anda harus segera mendapatkan bantuan oksigen untuk tubuh Anda, agar tubuh masih bisa berfungsi dengan baik. 

Selain itu, Anda juga perlu memeriksakan diri untuk mengetahui jika adan gangguan pada organ lain yang menyebabkan turunnya kadar oksigen.

Dengan kondisi susahnya mendapatkan tabung oksigen bagi pasien Covid-19, menyusul pula banyak sekali beredar informasi bahwa posisi prone atau proning bisa membantu meningkatkan saturasi oksigen pasien.

 

Ilustrasi posisi prone atau proning untuk membantu pasien Covid-19 meningkatkan saturasi oksigen.Shutterstock/Akash Sain Ilustrasi posisi prone atau proning untuk membantu pasien Covid-19 meningkatkan saturasi oksigen.

Posisi proning Covid-19

Lantas, benarkah posisi Prone atau Proning Bisa Membantu Meningkatkan Saturasi Oksigen Pasien Covid-19?

Menjawab persoalan itu, Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi dan Respiratori) di RS Primaya Hospital Karawang, dr Nurhayati SpP(K) mengatakan bahwa benar sekali posisi prone atau proning bisa membantu pasien Covid-19 dalam keluhan saturasi oksigen yang menurun.

"Iya benar (proning) dapat meningkatkan ventilasi paru, meningkatkan perfusi paru, juga volume akhir ekspirasi dan pemerataan volume tidal," kata Nurhayati kepada Kompas.com, Minggu (4/7/2021).

Proning adalah teknik yang terbukti secara medis dapat menolong menambah jumlah oksigen.

Dijelaskan Nurhayati, pada pasien Covid-19, biasanya mereka yang masuk dalam kategori bergejala dengan derajat sedang dan berat terjadi hipoxia yaitu penurunan kadar okdigen dalam darah menurun.

Sehingga distribusi ke sel dan jaringan pun menurun, yang kemudian disebut dengan saturasi oksigen menurun.

Jika pasien mengalami penurunan saturasi oksigen (desaturasi), Nurhayati berkata, ini menunjukkan keadaan pasien yang kian memburuk.

Baca juga: Teknik Proning Selamatkan Nyawa Pasien Corona, Begini Penjelasannya

"Desaturasi menunjukkan progresivitas penyakit, oksigenasi jaringan berkurang yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan atau sel," kata dia.

Pasien akan mengalami sesak napas dan memberat jika semakin turun saturasinya bahkan sampai gagal napas jika tidak segera ditangani dengan terapi oksigen dari nasal canul, Nonrebreathing oxygen face mask(NRM), High Flow Nasal Cannula (HFNC), Ventilasi non invasive (NIV) sampai ventilator.

"Proning dilakukan agar (pasien) Covid-19 gejala ringan dan sedang tidak (mengalami) perburukan ke arah (gejala) berat. Prone posisi (proning) juga bisa dilakukan pada Covid-19 yang berat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.