[POPULER SAINS] Kenapa Puluhan Nakes Meninggal Meski Sudah Vaksin? | Alasan Wanita Pernah Hamil Tak Boleh Jadi Donor Plasma Konvalesen

Kompas.com - 05/07/2021, 07:02 WIB
Pasien Covid-19 berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Adanya pertambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 8.348 orang pada laporan hari Senin ini, menyebabkan jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, mengalami peningkatan 4.831 orang dari jumlah sebelumnya 57.295 orang, sehingga menyebabkan total kasus aktif saat ini sebesar 62.126 orang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPasien Covid-19 berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Adanya pertambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 8.348 orang pada laporan hari Senin ini, menyebabkan jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, mengalami peningkatan 4.831 orang dari jumlah sebelumnya 57.295 orang, sehingga menyebabkan total kasus aktif saat ini sebesar 62.126 orang.

KOMPAS.com - Tercatat 949 tenaga kesehatan meninggal karena Covid-19. Dari jumlah tersebut, 20 dokter dan 10 perawat meninggal walaupun telah menerima vaksin Sinovac beberapa bulan lalu.

Fakta di balik kematian puluhan tenaga kesehatan kita menjadi perhatian masyarakat.

Ini adalah salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Minggu, 4 Juli 2021.

Selain itu, plasma konvalesen sedang dibutuhkan banyak orang. Namun, plasma konvalesen tidak bisa diambil dari sembarang orang, termasuk wanita yang pernah hamil. Apa alasannya?

Perbedaan varian Delta dan varian Kappa hingga risiko orang yang tidak divaksin juga menjadi berita lain yang layak disimak.

Baca juga: [POPULER SAINS] Terapi Covid-19 Selain Plasma Konvalesen | Cara Varian Delta Menyebar dengan Cepat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ulasannya:

1. Tiga kemungkinan tenaga kesehatan meninggal meski sudah divaksin

Dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Faisal Yunus, mengatakan terdapat tiga kemungkinan mengapa tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin namun tetap meninggal akibat Covid-19.

Kemungkinan pertama, nakes tersebut terkena virus sebelum atau saat proses vaksinasi sehingga vaksin belum membentuk antibodi.

"Vaksin pertama itu belum punya daya tahan antibodi. Itu baru mengkondisikan atau mempersiapkan antibodi. Vaksin kedua baru mulai memproduksi antibodi dan hasil maksimal itu setelah satu bulan," kata Faisal.

Kedua, adalah pengaruh varian baru di mana vaksin dibuat untuk melawan varian lama sehingga ada kemungkinan vaksin tidak berfungsi dengan baik.

Faktor ketiga adalah karena vaksin yang digunakan tidak efektif dalam melawan virus corona, terutama varian baru.

Baca penjelasan selengkapnya ahli di sini:

Kenapa Puluhan Tenaga Kesehatan Meninggal Meski Sudah Vaksin Sinovac?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.