Studi Baru: Pernah Terinfeksi Covid-19 Sekalipun Bergejala Ringan, Berisiko Kehilangan Jaringan Otak

Kompas.com - 21/06/2021, 13:36 WIB
Ilustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19. Shutterstock/Pordee AomboonIlustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19.

KOMPAS.com - Sebuah temuan dari penelitian jangka panjang yang melibatkan 782 sukarelawan mengungkap, kasus Covid-19, bahkan dengan gejala ringan, dapat menyebabkan hilangnya jaringan otak.

Penelitian yang dilakukan oleh Biobank Inggris ini, membandingkan pemindaian otak individu sebelum pandemi.

Untuk analogi antara pemindaian otak pra-pandemi dan pasca-pandemi, peneliti kemudian mengundang 394 orang penyintas atau yang selamat dari Covid-19 untuk datang kembali pada pemindaian lanjutan, serta 388 sukarelawan sehat.

Baca juga: Studi Baru: Gangguan Neurologis dan Kejiwaan Juga Menyerang Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Sebagian besar penyintas Covid-19 hanya memiliki gejala ringan hingga sedang, atau tidak ada gejala sama sekali, sementara 15 lainnya dirawat di rumah sakit.

Melansir Reuters, di antara peserta yang pulih dari Covid-19, para peneliti melihat efek signifikan virus pada jaringan otak manusia, yaitu hilangnya materi abu-abu di daerah otak, yang mana daerah otak ini terkait dengan penciuman dan perasa - gyrus parahippocampal kiri, korteks orbitofrontal kiri, dan insula kiri.

"Temuan kami dengan demikian secara konsisten berhubungan dengan hilangnya materi abu-abu di area kortikal limbik yang secara langsung terkait dengan sistem penciuman dan perasa utama, atau area di otak yang terkait dengan persepsi indera seperti penciuman dan rasa.” Demikian kata peneliti yang dikutip dari Science Alert.

Bukan hanya itu, materi abu-abu di otak adalah bagian dari sistem saraf pusat kita dan pada dasarnya mengontrol semua fungsi otak kita.

Sehingga, hal itu memungkinkan individu untuk mengontrol gerakan, memori, dan emosi, yang mana kelainan pada materi abu-abu otak berarti juga dapat mempengaruhi keterampilan komunikasi dan sel-sel otak.

Para peneliti mencatat dalam sebuah laporan yang diposting di medRxiv, bahwa beberapa jaringan otak yang terkena juga terlibat dalam memori pengalaman yang membangkitkan reaksi emosional. Sementara perubahan ini tidak terlihat pada kelompok yang tidak terinfeksi Covid-19.

Baca juga: CDC: Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin, Gejalanya Terbukti Lebih Ringan

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.