Kompas.com - 13/06/2021, 08:05 WIB
Ilustrasi asam lambung tinggi PexelsIlustrasi asam lambung tinggi

KOMPAS.comAsam lambung naik adalah masalah pencernaan yang umum terjadi. Asam lambung normalnya berfungsi untuk membantu mencerna makanan yang Anda konsumsi, dengan cara memecah makanan menjadi molekul yang lebih mudah diserap tubuh.

Terkadang ada beberapa kondisi yang memicu produksi asam lambung terlalu banyak sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, perih pada perut bagian kiri, dan heartburn atau sensasi terbakar pada kerongkongan dan dada.

Untuk mengatasi asam lambung naik, Anda mungkin perlu mengubah pola makan Anda. Contohnya, menambah frekuensi makan dengan porsi yang lebih kecil, menghindari makanan yang asam dan pedas, dan menghindari jangan sampai terlambat makan.

Jika terlanjur terjadi asam lambung naik, ada beberapa obat yang bisa Anda konsumsi tanpa resep. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut daftar obat untuk mengobati asam lambung.

Baca juga: Kenali Penyebab Asam Lambung Tinggi dan Cara Mengobatinya

Antasida

Antasida adalah obat yang paling mudah ditemukan di apotek maupun minimarket. Obat ini dapat dijadikan pilihan pertama jika Anda mengalami asam lambung naik. Obat ini bisa digunakan tanpa resep. Mekanisme kerja antasida adalah dengan menetralisir asam lambung.

Antasida juga mengandung simethicone yang membantu untuk menghilangkan gas yang biasanya muncul saat asam lambung naik. Contoh beberapa jenis antasid adalah alumunium hidroksida, kalsium karbonat, dan magnesium hidroksida.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Obat ini bisa dikonsumsi langsung sebelum makan atau setengah jam setelah makan. Obat ini akan lebih mudah bekerja jika dikunyah terlebih dahulu, atau dikonsumsi dalam sediaan cair.

Namun, penggunaan antasida tidak akan memmbantu mengurangi inflamasi pada esofagus akibat terkena asam lambung. Serta bisa menimbulkan diare dan konstipasi jika digunakan terlalu sering.

Baca juga: 7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

H2 blockers

Obat ini bekerja dengan mekanisme mengurangi produksi asam lambung. Contoh obat ini adalah cimetidine, femotidine, dan nizatidine. Pada tahun 2020, obat ranitidine telah ditarik dari peredaran karena mengandung zat yang menyebabkan kanker, yaitu NDMA.

Obat jenis ini tidak memberikan efek secepat antasid, namun mampu memberikan perlindungan dari naiknya asam lambung lebih lama, yaitu hingga 12 jam.

Proton-pump inhibitors (PPIs)

Obat ini juga bekerja dengan menurunkan produksi asam lambung. Obat ini bekerja lebih kuat daripada jenis H2 blockers, serta memberikan efek antiinflamasi yang baik untuk esofagus.

Obat ini bisa didapatkan tanpa resep, namun untuk dosis yang lebih kuat membutuhkan resep. Contoh obat ini addalah omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole.

Baca juga: Halo Prof! Makan Apa di Malam Hari agar Asam Lambung Tidak Kambuh?

Kapan ke dokter

Semua obat yang telah disebutkan di atas tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang. Jika Anda telah mengonsumsi obat ini selama 14 hari dan tidak ada perubahan yang berarti, segera hubungi dokter untuk mendapatkan dosis yang lebih tinggi atau mencari penyebab asam lambung Anda tidak kunjung mereda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X