Kompas.com - 10/06/2021, 20:01 WIB
Bintang-bintang yang beraneka ragam dan kaya ini adalah kelompok globular yang sangat besar, kumpulan bintang yang terikat gravitasi yang mengorbit di galaksi Bima Sakti. Bintang-bintang yang beraneka ragam dan kaya ini adalah kelompok globular yang sangat besar, kumpulan bintang yang terikat gravitasi yang mengorbit di galaksi Bima Sakti.


KOMPAS.com- Tim astronom internasional membuat terobosan baru dalam menguak asal-usul tempat pembentukan bintang dengan melakukan survei terhadap 90 galaksi di alam semesta.

Selama lima tahun terakhir, tim peneliti internasional telah melakukan survei sistematis untuk pertama kalinya dalam mencari asal-usul bintang, di mana bintang-bintang dilahirkan di alam semesta ini.

Untuk menguak asal-usul 'pembibitan bintang', para astronom memetakan lebih dari 100.000 lokasi pembentukan bintang di lebih dari 90 galaksi terdekat.

"Setiap bintang di langit, termasuk matahari kita, lahir di salah satu pembibitan bintang ini," kata Adam Leroy, profesor astronomi di The Ohio State University, dilansir dari Science Daily, Kamis (10/6/2021).

Menurut Leroy yang juga pemimpin proyek tersebut, pembibitan bintang ini bertanggung jawab untuk membangun galaksi dan membuat planet.

Baca juga: Perspektif Bintang dalam Al Quran, Penciptaan Bintang hingga Perilakunya di Akhir Zaman

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

"Dan mereka hanyalah bagian penting dalam kisah bagaimana kita sampai di sini. Tapi (survei galaksi) ini benar-benar pertama kalinya kami mendapatkan pandangan lengkap (tempat pembentukan bintang) dari pembibitan bintang di seluruh bagian terdekat di alam semesta ini," jelas Leroy.

Proyek yang disebut PHANGS-ALMA ini dapat dilakukan berkat susunan teleskop ALMA, yang mana teleskop ini ditempatkan di pegunungan Andes, Chili.

ALMA adalah teleskop radio paling kuat di dunia, merupakan fasilitas internasional dengan keterlibatan besar Amerika Serikat yang dipimpin oleh National Science Foundation dan National Radio Astronomy Observatory.

Kemampuan teleskop radio ini memungkinkan tim untuk mensurvei pembibitan bintang di 90 galaksi yang beragam.

Sementara itu, survei penelitian sebelumnya dalam mencari tempat kelahiran bintang, sebagian besar hanya berfokus pada galaksi individu atau sebagian dari satu galaksi.

Baca juga: Astronom Temukan Bintang Tertua, Usianya Hampir Sama dengan Jagat Raya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

UPDATE Gempa Maluku M 6,1: BMKG Minta Segera Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

Oh Begitu
Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Mengenal Corona Varian Delta, Lebih Menular dari Varian Lainnya

Oh Begitu
Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Kabar Baik, Vaksin AstraZeneca Efektif 92 Persen Lawan Varian Delta

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Seram, Maluku

Oh Begitu
 Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, padahal Tetap Ada Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Tes Virus Corona di Daerah Masih Rendah, Ini Saran Ahli Kendalikan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri Miringnya Inti Bumi dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
komentar
Close Ads X