Kompas.com - 28/04/2021, 19:30 WIB
Bintang Sirius, bintang paling terang di alam semesta. Sirius adalah satu-satunya nama bintang yang disebutkan dalam Al Qur'an, dengan nama bintang Syi'ra dan merupakan bintang tunggal yang disebut Najm dalam astronomi Islam. Akira Fujii/Hubble European Space Agency via WIKIMEDIA COMMONSBintang Sirius, bintang paling terang di alam semesta. Sirius adalah satu-satunya nama bintang yang disebutkan dalam Al Qur'an, dengan nama bintang Syi'ra dan merupakan bintang tunggal yang disebut Najm dalam astronomi Islam.


KOMPAS.com- Dalam sains, bintang adalah bola gas bercahaya. Penjelasan perspektif tentang bintang juga ada dalam Al Qur'an, yang mana bintang juga mengalami fase lahir, muda, dewasa, dan mati.

Sebagian besar unsur pembentuk bintang adalah hidrogen dan helium yang disatukan oleh gravitasinya sendiri. Temperaturnya sangat tinggi di intinya, sehingga terjadi fusi nuklir, menghasilkan energi.

Dikutip dari situs resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA), bintang adalah obyek astronomi yang paling dikenal luas dan mewakili blok bangunan dan galaksi yang paling mendasar.

Berdasarkan kajian astronomi, tanpa bintang, manusia tidak akan berada di bumi sama sekali. Sebab, pada awal alam semesta, satu-satunya unsur yang ada adalah hidrogen, delium dan sejumlah kecil lithium.

Baca juga: Nama Bintang dalam Al Quran dan Definisinya

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bintang-bintang sangat penting untuk pembuatan dan persebaran unsur-unsur berat seperti karbon, nitrogen dan oksigen. Semua elemen lain yang ada terjadi secara alami, terbentuk selama kehidupan dan kematian bintang-bintang. 

Di akhir kehidupan bintang, sebagian materi dihembuskan ke luar angkasa, yang akan menyediakan gas dan debu untuk membentuk bintang-bintang baru, planet-planet dan semua yang ada di dalamnya termasuk tubuh manusia.

Namun, menurut Islam ternyata bintang memiliki perspektif cerita tersendiri. Ada beberapa perspektif tentang bintang dalam Al Qur'an.

Hal ini disampaikan oleh Astronom amatir Indonesia sekaligus Pembimbing dan Pendamping Forum kajian Ilmu Falak (FKIF) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKIF) Kebumen Jawa Tengah, Marufin Sudibyo.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Cara Bintang Mati?

 

"Ada empat perspektif penceritaan bintang di dalam Al Qur'an," kata Marufin kepada Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Berikut penjelasan lebih rinci tentang perspektif bintang di dalam Al Qur'an.

1. Penciptaan bintang

Penciptaan bintang dan gugusan bintang-bintang dapat dilihat di Surat Al-Hijr ayat 16. Di mana secara eksplisit bintang-bintang menjadi penghias langit bagi orang-orang yang memandang. 

Tafsir tahlili Kementerian Agama RI mengaitkan ayat ini dengan Surat al-Furqan ayat 61-62. 

Perspektif bintang dalam Al-Quran secara umum adalah diciptakannya bintang-bintang dengan segala manfaat yang dapat diperolehnya, sesungguhnya ditujukan kepada manusia. 

Baca juga: Mengenal Sirius, Satu-satunya Bintang yang Disebut dalam Al Quran

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.