Kompas.com - 03/06/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi mukormikosis. Usai Covid-19, seorang pria di India terinfeksi mukormikosis yang disebabkan oleh jamur hitam. Penyakit ini menyerang daerah mata. Shutterstock/stockpexelIlustrasi mukormikosis. Usai Covid-19, seorang pria di India terinfeksi mukormikosis yang disebabkan oleh jamur hitam. Penyakit ini menyerang daerah mata.

KOMPAS.com - Ahli menyebutkan bahwa kasus infeksi Mukormikosis atau yang sedang ramai disebut masyarakat awam dengan istilah infeksi jamur hitam (black fungus) sudah ada di Indonesia, bahkan sebelum pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan, Dr dr Anna Rozaliyani MBiomed, SpP(K) dalam Konferensi Pers bertajuk Black Fungi pada Pasien Covid-19: Apa yang Perlu Kita Waspadai? pada Kamis (3/6/2021).

"Beberapa kasus mukormikosis di Indonesia telah dilaporkan sebelum pandemi Covid-19. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi angka kematian dan kesakitannya tinggi," kata Anna.

Untuk diketahui, mukormikosis adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp dan Lichteimia.

Baca juga: Ahli: Istilah Infeksi Jamur Hitam Tidak Tepat, Harusnya Mukormikosis

Infeksi ini dapat ditemukan di seluruh dunia, tetapi jumlah kasus yang terbanyak memang dilaporkan di India. Para ahli melaporkan bahwa prevalensi tahunan mukormikosis mencapai 10.000 kasus dengan jumlah total diperkirakan 171.504 kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di India, angka kasus mukormikosis memang naik seiring dengan tingginya lonjakan kasus Covid-19, terutama periode Mei 2021.

Pasalnya, infeksi Covid-19 derajat berat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh yang serius pada pasien dan meningkatkan risiko infeksi jamur sistemik, termasuk mukormikosis.

Selain itu, Anna menyebutkan bahwa kondisi lingkungan di India juga mungkin berpengaruh pada penyebaran infeksi ini.

"Jamur suka di tempat lembap, banyak ditemukan di tanah ketimbang bertebangan di udara, dan ada komposisi tanah (di India) yang diduga membuat jamur suka di tempat tersebut," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Pasien Covid-19 India Alami Mukormikosis, Infeksi Jamur Hitam Langka

Akan tetapi, hal ini baru dugaan dan masih didalami oleh para peneliti.

Anna mengatakan, kenapa kasus infeksi (mukormikosis) ini banyak di India? Ini masih didalami oleh para peneliti. Sampai saat ini kita belum memastikan. Tapi, mereka (India) sangat rajin melaporkan kasus baru yang terjadi.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19 di Indonesia sudah ada beberapa kasus yang diduga mukormikosis. Akan tetapi, pembuktian diagnosisnya terkendala karena keterbatasan fasilitas pemeriksaan.

Diagnosis mukormikosis ditentukan berdasarkan riwayat kesehatan pasien yang didapat lewat ketelitian anamnesis (wawancara oleh dokter terhadap pasien) dalam mengetahui faktor risikonya.

Kemudian, infeksi mukormikosis juga dapat diketahui dengan melihat gejala-gejala penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, khususnya pemeriksaan mikologi di laboratorium.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.