Kompas.com - 18/05/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi bintang pixabayIlustrasi bintang

KOMPAS.com - Pada langit malam yang cerah, kita dengan mudah melihat bintang sebagai titik-titik putih atau biru di langit yang berkedip-kedip. Walau terlihat sangat kecil, ternyata bintang berukuran sangat besar.

Bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya sendiri, bukan memantulkan cahaya dari sumber lain. Bintang merupakan aspek fundamental dari sebuah galaksi. Umur, distribusi, dan komposisi dari bintang-bintang bisa menjelaskan sejarah dan evolusi suatu galaksi.

Pembentukan bintang

Bintang terbentuk dari gumpalan awan molekul dengan kerapatan yang tinggi yang disebut nebula. Gumpaaln ini akan menciptakan gravitasi sendiri. Namun gravitasi yang ditimbulkan tidak stabil sehingga akan menghancurkan gumpalan itu sendiri.

Ketika gumpalan awan ini mulai hancur, material yang ada di tengahnya mulai memanas. Inti gumpalan yang mulai memanas disebut protostar yang merupakan cikal bakal dari bintang.

Baca juga: Perspektif Bintang dalam Al Quran, Penciptaan Bintang hingga Perilakunya di Akhir Zaman

 

Semakin kecil protostar, intinya akan berputar lebih cepat, sehingga meningkatkan tekanan dan suhu protostar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bakal bintang tersebut biasanya terbagi menjadi beberapa bagian. Inilah sebabnya kebanyakan bintang biasanya berpasangan atau berkelompok membentuk rasi bintang.

Sedangkan sisa partikel yang tidak ikut memanas akan menjadi planet, asteroid, komet, atau tetap menjadi serbuk partikel biasa.

Jutaan tahun kemudian, suhu inti bakal bintang ini akan meningkat hingga 15 juta derajat Celcius. Bintang berukuran besar seperti matahari membutuhkan waktu 50 juta tahun sejak hancurnya gumpalan awan tadi hingga menjadi bintang yang utuh. Bintang yang sudah jadi akan bertahan atau hidup selama 10 milyar tahun.

Bintang memerlukan bahan bakar dan menyediakannya sendiri melalui reaksi fusi nuklir dari hidrogen untuk menciptakan helium. Energi ini akan mencegah bintang mati dan berhenti memendarkan cahaya.

Warna bintang

Warna bintang bisa bervariasi berdasarkan luminositas cahayanya. Luminositas adalah banyaknya cahaya yang tercipta per satuan waktu. Selain itu, jarak dari bumi ke bintang dan suhu bintang mempengaruhi warna bintang yang tampak oleh mata kita.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X