Kompas.com - 10/05/2021, 10:03 WIB
Ilustrasi anak kucing. UNSPLASH/MANUEL RHEINSCHMIDTIlustrasi anak kucing.

KOMPAS.com - Anak kucing akan lepas menyusui dari ibunya setelah berusia delapan minggu dan akan bergantung kepada pemiliknya untuk asupan nutrisi mereka. Memastikan anak kucing tumbuh dengan baik adalah fondasi untuk menjadi kucing dewasa yang sehat.

Kucing akan tumbuh pesat pada usia 10-12 bulan. Setelah menjadi dewasa pada usia 30 bulan, kecepatan pertumbuhan kucing akan menurun hingga 80 persen. Pertumbuhan akan berhenti saat kucing berusia 40 bulan.

Kecepatan pertumbuhan kucing bisa bervariasi dan melibatkan proses yang rumit dari beberapa aspek. Dilansir dari VCA Hospitals, berikut faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan kucing.

Genetik

Faktor genetik yang memperngaruhi kucing adalah bagaimana kualitas dan kesehatan induknya dan apakah saat sedang kandungan kucing mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Sama seperti bayi manusia, kondisi anak kucing saat berasa di dalam kandungan sangat berpengaruh.

Baca juga: 5 Cara Mudah Merawat Anak Kucing

Nutrisi

Nutrisi yang tepat dan cukup dibutuhkan kucing untuk mencapai pertumbuhan yang baik, tidak terlalu lampat dan tidak terlalu cepat. Selain itu asupan nutrisi yang tepat juga bisa mengoptimisasi fungsi imun dan munrunkan resiko obesitas pada kucing.

Nutrisi secara langsung bepengaruh pada sistem imun dan komposisi tubuh kucing. Nutrisi yang tepat adalah untuk mecapai pertumbuhan yang optimal, bukan maksimal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertumbuhan optimal pada kucing adalah kondisi saat pertumbuhannya perlahan dan stabil yang memberi kesempatan pada kucing untuk mencapai berat badan dan kondisi yang optimal tanpa berat badan berlebih dan obesitas.

Sedangkan pertumbuhan maksimal adalah kucing yang tumbuh secepat mungkin sebgaia hasil dari makanan tinggi lemak dan berlebih dalam memberikan makanan.

Makanan yang baik bagi kucing harus memenuhi tiga komponen penting, yaitu protein, lemak, dan kalsium. Protein yang diperlukan kucing sangat tinggi pada masa menyapih. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan protein mereka akan menurun. Presentase protein untuk kucing adalah sekitar 35-50 persen.

Komponen penting selanjutnya adalah lemak. Lemak merupaka sumber energi dan membawa vitamin larut lemak. Hati-hati untuk tidak berleihan dalam menambahkan lemak sdalam makanan kucing agar kutcing tidak obesitas. Presentasi lemaknya adalah 18-35 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Pembekuan Darah yang Jarang Terjadi Akibat Vaksin AstraZeneca

Gejala Pembekuan Darah yang Jarang Terjadi Akibat Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Perairan Indonesia

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Perairan Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PPSB, Bukan PPKM Mikro | Saat Ini Bumi Terjebak Panas

[POPULER SAINS] Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PPSB, Bukan PPKM Mikro | Saat Ini Bumi Terjebak Panas

Oh Begitu
Memudahkan Pasien, USAID dan Kemenkes Luncurkan Aplikasi Rujukan Pasien TBC oleh Apoteker

Memudahkan Pasien, USAID dan Kemenkes Luncurkan Aplikasi Rujukan Pasien TBC oleh Apoteker

Oh Begitu
Covid-19 Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah?

Covid-19 Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah?

Kita
5 Fenomena Ini Belum Diungkap oleh Sains, Salah Satunya Hutan Menari

5 Fenomena Ini Belum Diungkap oleh Sains, Salah Satunya Hutan Menari

Oh Begitu
Berusia 3200 Tahun, Kuil Ini Jadi Tempat Mempelajari Alam Semesta di Zaman Kuno

Berusia 3200 Tahun, Kuil Ini Jadi Tempat Mempelajari Alam Semesta di Zaman Kuno

Oh Begitu
Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Oh Begitu
Bantu Kendalikan Perubahan Iklim, Ini Kegiatan yang Bisa Kita Lakukan Sehari-hari

Bantu Kendalikan Perubahan Iklim, Ini Kegiatan yang Bisa Kita Lakukan Sehari-hari

Oh Begitu
Tanpa Cahaya Alami, Bagaimana Manusia Purba Bikin Lukisan di Dalam Gua?

Tanpa Cahaya Alami, Bagaimana Manusia Purba Bikin Lukisan di Dalam Gua?

Oh Begitu
5 Manfaat Berjemur untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Imun

5 Manfaat Berjemur untuk Kesehatan, Salah Satunya Meningkatkan Imun

Oh Begitu
Obat Ivermectin, Disarankan WHO untuk Terapi Covid-19 Hanya dalam Uji Klinis

Obat Ivermectin, Disarankan WHO untuk Terapi Covid-19 Hanya dalam Uji Klinis

Oh Begitu
Satu Lagi Manfaat Kopi, Turunkan Risiko Penyakit Lever

Satu Lagi Manfaat Kopi, Turunkan Risiko Penyakit Lever

Oh Begitu
Lawan Virus Corona, Peneliti Korea Selatan Coba Gunakan Bakteri

Lawan Virus Corona, Peneliti Korea Selatan Coba Gunakan Bakteri

Oh Begitu
Erick Thohir Sebut Akan Produksi 4 Juta Ivermectin Per Bulan, Bagaimana Potensinya untuk Covid?

Erick Thohir Sebut Akan Produksi 4 Juta Ivermectin Per Bulan, Bagaimana Potensinya untuk Covid?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X