Kompas.com - 22/04/2021, 17:00 WIB
Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Cahyo Nugroho) Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Cahyo Nugroho)

KOMPAS.com - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu daerah otonom setingkat provinsi yang ada di Indonesia.

DIY merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk.

Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946. Kota yang terkenal dengan makanan khas yaitu gudeg ini memang memiliki sejuta pesona dan budaya adat istiadatnya yang sangat kental.

Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau dalam bahasa Jawa Ngayogyakarta adalah nama yang diberikan oleh Paku Buwono II (raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati.

Asal-usul nama Yogyakarta sendiri memiliki beragam versi. Nama Yogyakarta diambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian"dan Karta yang berarti "baik".

Ayodhya sendiri merupakan kota yang bersejarah di India, di mana wiracarita Ramayana terjadi.

Baca juga: Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir laman resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Yogyakarta, Yogyakarta berarti Yogya yang kerta, sedangkan Yogya yang makmur.

Sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama.

Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana.

Menurut kepercayaan, Ngayogyakarto Hadiningrat adalah nama yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I untuk menyebut wilayah kerajaan yang didirikannya.

Namun, agar lebih singkat, maka banyak orang kemudian hanya mengucapkan kata Ngayogyakarto untuk menyebutnya.

Karena lidah orang Belanda sebagai penjajah bangsa pada saat itu sulit menyebutkan kata "Nga" di awal kata, maka pengucapan Ngayogyakarto saat itu sering hanya diucapkan Yogyakarto oleh orang-orang Belanda.

Hal ini akhirnya diikuti oleh orang pribumi. Saat ini, dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau dalam bahasa Jawa Ngayogyakarta.

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai tradisi pemerintahan karena Yogyakarta adalah Kasultanan, termasuk di dalamnya terdapat juga Kadipaten Pakualaman.

Baca juga: Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri sejak 1755 didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

Sedangkan Kadipaten Pakualaman, berdiri sejak 1813, didirikan oleh Pangeran Notokusumo, (saudara Sultan Hamengku Buwono II ) kemudian bergelar Adipati Paku Alam I.

Kemudian, pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan pada Presiden RI bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi bagian wilayah Negara Republik Indonesia.

Lalu, bergabung menjadi satu dan menjadi satu kesatuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.