Kompas.com - 02/03/2021, 18:31 WIB
Pemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama.

KOMPAS.com - Hari ini, Selasa (2/3/2021) bertepatan satu tahun pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, 10 juta dosis vaksin Sinovac untuk masyarakat datang lagi dan mendarat di bandara Soekarno-Hatta.

Dengan kedatangan dosis vaksin tahap kelima ini, maka total Indonesia sudah mengamankan 38 juta vaksin Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan, dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan dosis vaksin yang datang hari ini adalah vaksin Covid-19 SinoVac dalam bentuk bulk yang akan dipergunakan untuk program vaksinasi pemerintah tahap kedua.

Dante dalam keterangan resmi melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menuturkan, vaksinasi pemerintah tahap kedua ini akan menargetkan 16,9 juta petugas layanan publik dan 21,5 juta kelompok masyarakat lanjut usia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Kilas Balik Setahun Covid-19 di Indonesia, Pengumuman hingga Vaksinasi

"Kehadiran vaksin Covid-19 tahap kelima menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dan mengakhiri pandemi, melalui program vaksinasi gratis," kata Dante.

Kedatangan vaksin kali ini merupakan kedatangan ketiga dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Dosis vaksin bentuk bulk ini tidak bisa langsung didistribusikan ke daerah-daerah dan tidak bisa langsung disuntikkan kepada partisipan penerima vaksin.

Vaksin harus diolah dan diproduksi terlebih dahulu oleh Bio Farma yang sudah mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Dante berkata, proses evaluasi terhadap vaksin yang baru tiba ini tetap dilakukan oleh Badan POM untuk menjamin keamanan, mutu, dan khasiat dari vaksin Covid-19.

Ia juga menyebut bahwa mendatangkan dosis vaksin Covid-19 ini tidak akan berhenti hanya sampai di sini saja, melainkan sedang dinantikan dosis vaksin Covid-19 berikutnya termasuk dari jenis lainnya.

"Ke depannya secara bertahap akan datang 185 juta vaksin dari Sinovac. Kita juga masih menunggu vaksin dari Pfizer BioNTech, AstraZeneca dan Novavac," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini: M 5,5 Guncang Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara

Gempa Hari Ini: M 5,5 Guncang Samudera Hindia Selatan Bali - Nusa Tenggara

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Disebut Burung Cinta Sejati, Blue Jay Hanya Kawin Sekali Seumur Hidup

Kamasutra Satwa: Disebut Burung Cinta Sejati, Blue Jay Hanya Kawin Sekali Seumur Hidup

Oh Begitu
7 Cara Menanam Porang dari Tanah hingga Panen agar Hasil Berkualitas

7 Cara Menanam Porang dari Tanah hingga Panen agar Hasil Berkualitas

Oh Begitu
Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Banjir Akhir Pekan Ini

Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Banjir Akhir Pekan Ini

Fenomena
Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadhan? Begini Panduan Makannya

Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadhan? Begini Panduan Makannya

Oh Begitu
Siklon Tropis Surigae Menjauhi Indonesia, Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Siklon Tropis Surigae Menjauhi Indonesia, Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Fenomena
Terjadi Kasus Pembekuan Darah Langka, Vaksin Johnson & Johnson Kemungkinan Dihentikan Sementara di AS

Terjadi Kasus Pembekuan Darah Langka, Vaksin Johnson & Johnson Kemungkinan Dihentikan Sementara di AS

Oh Begitu
BPOM Sebut 71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Ahli: Tak Layak Disebut Vaksin

BPOM Sebut 71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Ahli: Tak Layak Disebut Vaksin

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Mengapa Beberapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Pembekuan Darah

Ahli Jelaskan Mengapa Beberapa Vaksin Covid-19 Sebabkan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan, Adakah Efek Sampingnya?

Oh Begitu
Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Asal-usul Nama Malang, Bukan karena Tidak Beruntung

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

[POPULER SAINS] Siklon Tropis Surigae Bisa Jadi Badai Topan | Polemik Vaksin Nusantara

Oh Begitu
5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

5 Kondisi yang Menentukan Pasien Diabetes Boleh Puasa Ramadhan atau Tidak

Kita
Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Oh Begitu
komentar
Close Ads X