Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/02/2021, 11:15 WIB


KOMPAS.com- Awan Cumulonimbus (Cb) menjadi salah satu penyebab tingginya curah hujan yang turun. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar maskapai penerbangan waspada terhadap adanya potensi awan Cumulonimbus (Cb).

Banjir di Jakarta dan Bekasi juga menjadi salah satu dampak bencana hidrometeorologi dari pembentukan awan ini.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG Edison Kurniawan dalam konferensi pers daring bertajuk Banjir Jabodetabek dan Prospek Cuaca Jabodetabek Sepekan ke Depan, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Edison, dalam empat hari ke depan, diperkirakan ada potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di sejumlah wilayah di Indonesia dan harus diwaspadai oleh maskapai penerbangan.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah Indonesia

 

"Kita melihat di berbagai daerah masih cukup berpotensi (tumbuh awan Cumulonimbus)," kata Edison.

Berdasarkan analisis dan prediksi BMKG, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang dapat membahayakan penerbangan.

Sehingga diprediksikan, awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen Occasional (OCNL) 21-23 Februari 2021 diprediksikan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Di antaranya sebagai berikut.

  • Sebagian Sumatera Barat
  • Sebagian Banten
  • Sebagian barat Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Sabagian Sumatera Utara
  • Sebagian Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Sebagian Kalimantan Tengah
  • Sebagian Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Sebagian Kalimantan Selatan
  • Sebagian Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan bagian barat
  • Maluku
  • Sebagian Gorontalo
  • Sebagian Papua
  • Laut Bali
  • Laut Jawa Pesisir Selatan
  • Selat Sunda
  • Laut Sumbawa
  • Laut Sawu
  • Laut Banda
  • Selat Makassar
  • Laut Sulawesi
  • Laut Maluku
  • Laut Halmahera
  • Teluk Cendrawasih
  • Perairan barat Papua Barat
  • Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga Nusa Tenggara Timur
  • Samudra Pasifik utara Papua
  • Sebagian Laut Arafuru

Sementara itu, waspada terhadap awan Cumulonimbus, yang dapat mengganggu penerbangan, dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ/ Frequent) selama 4 hari ke depan diprediksi dan perlu diwaspadai terjadi di wilayah berikut.

Baca juga: Waspada, Potensi Awan Cumulonimbus Bisa Ganggu Penerbangan di Wilayah Berikut

 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Manfaat Pijat untuk Kesehatan?

Apa Saja Manfaat Pijat untuk Kesehatan?

Kita
Apakah yang Dimaksud dengan Jam Kiamat Itu?

Apakah yang Dimaksud dengan Jam Kiamat Itu?

Oh Begitu
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Minum Alkohol?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Minum Alkohol?

Kita
Hewan Apa yang Paling Banyak Membunuh Manusia?

Hewan Apa yang Paling Banyak Membunuh Manusia?

Oh Begitu
5 Hewan Paling Tinggi di Dunia

5 Hewan Paling Tinggi di Dunia

Oh Begitu
Benarkah Teh Hitam Bisa Menyuburkan Rambut?

Benarkah Teh Hitam Bisa Menyuburkan Rambut?

Kita
Apakah Kimchi Bermanfaat untuk Menurunkan Berat Badan?

Apakah Kimchi Bermanfaat untuk Menurunkan Berat Badan?

Oh Begitu
Apa Jadinya jika Manusia dan Lumba-lumba Saling Bekerja Sama?

Apa Jadinya jika Manusia dan Lumba-lumba Saling Bekerja Sama?

Oh Begitu
Seperti Apa Wujud Ular yang Dinamai Leonardo DiCaprio dari Hutan Panama?

Seperti Apa Wujud Ular yang Dinamai Leonardo DiCaprio dari Hutan Panama?

Fenomena
Mengapa Burung Tidak Punya Gigi?

Mengapa Burung Tidak Punya Gigi?

Oh Begitu
Keadaban Politik, Mungkinkah?

Keadaban Politik, Mungkinkah?

Fenomena
Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Ukuran Payudara?

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Ukuran Payudara?

Kita
Fakta-fakta Menarik Nefertiti Ratu Mesir Kuno yang Kharismatik

Fakta-fakta Menarik Nefertiti Ratu Mesir Kuno yang Kharismatik

Oh Begitu
5 Hewan Paling Gemuk di Dunia

5 Hewan Paling Gemuk di Dunia

Oh Begitu
Manfaat Jahe untuk Menurunkan Berat Badan dan Efek Sampingnya

Manfaat Jahe untuk Menurunkan Berat Badan dan Efek Sampingnya

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+