3 Cara Mencegah Penyakit Saat Berenang di Kolam Renang Rekreasi

Kompas.com - 20/12/2020, 16:20 WIB
Ilustrasi berenang bersama anak moodboardIlustrasi berenang bersama anak

KOMPAS.com - Jika Anda berpikir mata merah setelah berenang adalah efek dari iritasi klorin, faktanya tidak demikian.

Para ahli mengungkap, bahwa sebenarnya penyebab mata merah setelah berenang adalah urine dan keringat. Keduanya kemudian mengikat klorin dan membuat bahan kimia iritan.

Ramuan kimiawi ini dapat membuat mata Anda ‘terbakar’, atau bahkan di kolam renang di dalam ruangan, akan mengiritasi paru-paru dan membuat Anda batuk.

Baca juga: Bisakah Tertular Virus Corona Saat Berenang di Kolam Umum?

Meski tidak nyaman, faktanya klorin berfungsi dengan baik - melawan pertumbuhan bakteri.

Ketika bakteri tidak terkendali di kolam renang, hal itu dapat menyebabkan penyakit air, seperti diare dan infeksi kulit.

Terlepas dari risiko-risiko tersebut, berenang memiliki manfaat yang sangat penting.

Bukan hanya menyenangkan bergerak di dalam air, tapi berenang menawarkan latihan kardiovaskular tanpa membebani sendi, dan menawarkan cara bersantai yang sehat di tengah cuaca panas.

Sehingga, tak ada alasan untuk berhenti berenang. Yang harus Anda lakukan adalah pencegahan sederhana.

Dokter spesialis penyakit infeksi menular di Cleveland Clinic, Dr. Susan Rehm, merekomendasikan tiga cara untuk menurunkan risiko sakit setelah Anda beraktivitas di kolam renang.

1. Periksa Cuaca

Banyak orang tidak memperhatikan cuaca dan pengaruhnya terhadap tingkat bakteri, baik di kolam renang atau di sungai.

Berhati-hatilah pada hari-hari yang sangat panas dan setelah hujan lebat, keduanya menyebabkan jumlah bakteri meningkat.

2. Jangan Menelan Air Kolam

“Yang paling penting adalah menghindari menelan air,” kata dr. Rehm.

Penting untuk diingat, bahwa klorin tidak membunuh semua kuman secara instan. Selalu ada kemungkinan Anda berenang di air yang terkontaminasi. Karena itu, juga penting untuk mengajari anak-anak untuk tak menelan air.

“Kolam renang, air sungai, dan bak air panas semuanya berisiko. Menelan sedikit air yang terkontaminasi dapat membuat Anda sakit,” imbuhnya.

Baca juga: Benarkah Berenang di Air Dingin Bisa Bantu Redakan Nyeri?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X