Vaksin Covid-19 Tersedia, Ini Strategi Vaksinasi Menuju Herd Immunity

Kompas.com - 19/12/2020, 17:20 WIB
Ilustrasi pemberian vaksin corona, vaksin Covid-19, vaksinasi Covid-19 melawan pandemi virus corona. SHUTTERSTOCK/Africa StudioIlustrasi pemberian vaksin corona, vaksin Covid-19, vaksinasi Covid-19 melawan pandemi virus corona.


KOMPAS.com- Vaksin Covid-19 asal China telah sampai di Indonesia, kendati uji klinis fase 3 masih berlangsung hingga saat ini.

Kehadiran vaksin ini menjadi harapan bagi masyarakat untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19 yang telah hampir setahun ini menginfeksi puluhan juta orang di dunia dan menyebabkan jutaan orang meninggal dunia.

Namun, apakah vaksin Covid-19 bisa cepat mengatasi pandemi?

Dalam diskusi daring yang digelar Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (Unpad) bertajuk Indonesia Siap-Siap Vaksinasi, para ahli menyampaikan beberapa tantangan yang mesti dihadapi sebelum program vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengatakan persentase kasus Covid-19 di Indonesia dalam satu hingga dua minggu ini masih cukup tinggi.

Baca juga: Presiden Umumkan Vaksin Covid-19 Gratis, BPOM Siap Rampungkan Skema Vaksinasi

 

"Kasus Covid-19 kita masih sekitar 18 persen, masih tinggi sekali. Sedangkan target idealnya hanya sekitar 5 persen," kata Prof Zubairi, Sabtu (19/12/2020) dalam diskusi tersebut.

Perlu diingat, kata Prof Zubairi, meski ada beberapa vaksin Covid-19 yang telah dapat digunakan, namun, tidak satupun vaksin yang telah menyelesaikan uji klinis fase 3.

Uji klinis fase 3 adalah syarat penting dan utama untuk vaksin maupun obat agar dapat digunakan secara luas kepada masyarakat. Pada fase ini biasanya akan melibatkan ribuan hingga ratusan ribu orang, dan dilakukan di berbagai negara.

Baca juga: Amerika Serikat Siap Gunakan Vaksin Covid-19 Desember, Targetkan Herd Immunity Tercapai Mei

 

Vaksinasi Covid-19 dan herd immunity

Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak sedikit orang yang takut divaksinasi, kendati kini sudah ada vaksin yang bisa dipergunakan meskipun hasil uji klinis fase 3 belum selesai.

Epidemiolog dari Global Health Security Griffith University, Dicky Budiman mengatakan meskipun saat ini sudah ada vaksin, namun perlu diketahui efek vaksin belum diketahui sepenuhnya.

"Perlu diingat, bahwa tidak ada jalan pintas dalam menyelesaikan pandemi. Artinya, kita tidak bisa menganggap, bahwa vaksinasi adalah satu-satunya strategi, tidak bisa demikian. Semua memerlukan sinergisitas dan tahapan dalam pengendalian," jelas Dicky.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X