Kompas.com - 07/12/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi sakit kepala g-stockstudioIlustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Berdasarkan data dari Pescado Ruschel & De Jesus (2020), secara global, prevalensi migrain secara keseluruhan mencapai 12 persen dari total populasi dan menduduki nomor dua tertinggi sebagai penyebab hendaya (disability).

Selain itu, migrain juga disebut menjadi alasan tertinggi nomor 4-5 untuk kunjungan ke unit gawat darurat.

Serta, migrain paling sering dialami sejak pubertas dan semakin banyak menyerang dengan rentang usia 35-45 tahun, dan mungkin Anda salah satunya.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Migrain Tanpa Obat

Dokter Saraf dari RS Permata Cibubur, dr Irawati Hawari SpS menjelaskan, migrain adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami nyeri kepala yang terasa berdenyut.

"Migrain adalah nyeri kepala primer berulang dengan beberapa karakteristik utama, (seperti) nyeri satu sisi kepala, intensitas sedang-berat, disertai gejala lainnya," kata Irawati dalam Edukasi Masyarakat Awam mengenai Penanganan Migrain dari PT Johnson & Johnson Indonesia, Sabtu (5/12/2020).

Gejala migrain

Serangan migrain dengan rasa nyeri yang mengganggu kepala dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.

Pada umumnya, berbagai gejala yang dapat timbul dan dirasakan saat migrain adalah sebagai berikut.

- Nyeri kepala yang terjadi cenderung berdenyut

- Nyeri kepala primer dan dirasakan pada satu sisi kepala (bisa kiri atau kanan)

- Berintensitas sedang (moderate) hingga berat

- Mual

- Muntah

- Hipersensitif terhadap kebisingan (phonophobia)

- Hipersensitif terhadap cahaya (photophobia)

- Dapat memburuk akibat aktivitas fisik, disebabkan oleh berbagai faktor pemicu

- Gejala neurologi disebut aura sebelum dan/atau selama serangan nyeri kepala

Untuk diketahui, contoh dari gejala neurologi yang disebut sebagai aura itu adalah melihat garis-garis zigzag (visual aura) atau kesulitan untuk berbicara (speech aura).

Baca juga: Migrain dan Sakit Kepala, Tahukah Bedanya?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini, M 5,5 Guncang Nias di Zona Outer-rise Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Pasangan Pengantin Gay Thailand Dihujat Netizen Indonesia, Psikolog Sebut Ada Faktor Stres

Oh Begitu
Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Kutu Infeksi Anjing Peliharaan, Begini Cara Membasminya

Oh Begitu
Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Oh Begitu
Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Fenomena
Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Kita
Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Fenomena
BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

Fenomena
7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

Oh Begitu
Vaksin Nusantara Belum Diuji pada Hewan, Ahli Sebut Tak Wajar Diuji Langsung ke DPR

Vaksin Nusantara Belum Diuji pada Hewan, Ahli Sebut Tak Wajar Diuji Langsung ke DPR

Oh Begitu
Kemacetan Terusan Suez Picu Lonjakan Polusi, Tampak dari Luar Angkasa

Kemacetan Terusan Suez Picu Lonjakan Polusi, Tampak dari Luar Angkasa

Fenomena
BMKG Ungkap 4 Penyebab Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Malang

BMKG Ungkap 4 Penyebab Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Malang

Fenomena
Bibit Siklon Tropis 94W Terdeteksi, BMKG Minta Jangan Anggap Sepele

Bibit Siklon Tropis 94W Terdeteksi, BMKG Minta Jangan Anggap Sepele

Oh Begitu
Demi Kesehatan Tubuh, Ini 4 Jenis Makanan Terbaik untuk Berbuka Puasa

Demi Kesehatan Tubuh, Ini 4 Jenis Makanan Terbaik untuk Berbuka Puasa

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Kotamobagu Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Kotamobagu Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
komentar
Close Ads X