Kompas.com - 11/11/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi serangan jantung, jantung berdebar ShutterstockIlustrasi serangan jantung, jantung berdebar


KOMPAS.com- Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) berhasil membuat sistem terintegrasi yang dapat digunakan untuk pasien penyakit jantung.

Sistem tersebut bernama Code Stemi dan telah dipublikasikan di jurnal Open Access Emergency Medicine.

Code Stemi adalah sebuah sistem terintegrasi yang dibuat untuk membantu interdisiplin kesehatan dalam penanganan pasien serangan jantung tipe ST elevation myocardial infarction (Stemi).

Sementara, Stemi adalah salah satu jenis serangan jantung berupa penyumbatan pembuluh darah arteri koroner secara total, sehingga otot-otot jantung tidak mendapat suplai oksigen.

Baca juga: 3 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Sering Tak Disadari

 

Pasien-pasien dengan gejala Stemi harus segera mendapatkan pertolongan agar kerusakan jantung lebih lanjut dapat dicegah.

Dekan FKUI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/11/2020) mengatakan prognosis pasien dengan serangan jantung tipe stemi sangat dipengaruhi oleh waktu penanganan.

"Semakin cepat pasien tersebut ditangani, tentu prognosisnya akan semakin baik," kata Ari.

Mekanisme studi Code Stemi

Penelitian Code Stemi ini dilakukan analisis terhadap pasien dengan jumlah total 207 orang.

Subjek penelitian yang dilakukan oleh para peneliti adalah seluruh pasien serangan jantung tipe Stemi yang datang ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) antara bulan Januari 2015 dan Desember 2018.

Baca juga: Nyeri Dada Tak Selalu Serangan Jantung

 

Akan tetapi, pasien dengan komorbiditas berat saat awal kedatangan seperti stroke akut, sepsis, penyakit autoimun, keganasan, sirosis hepar dan rekam medis yang tidak lengkap tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.

Lantas berikutnya, pasien-pasien ini diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, yang disebut dengan kelompok pre-Code Stemi.

Kelompok ini terdiri dari 72 pasien Stemi yang datang ke RSCM tahun 2015-2016 dan belum mendapatkan penanganan berdasarkan Code Stemi.

Kelompok kedua adalah sebagian partisipan yang disebut dengan kelompok Code Stemi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X