3 Gejala Serangan Jantung pada Wanita yang Sering Tak Disadari

Kompas.com - 26/10/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Umumnya orang selalu mengaitkan nyeri dada dengan serangan jantung, tetapi pada wanita geja serangan jantung yang muncul bisa sangat berbeda.

Menurut spesialis jantung Cleveland Clinic, Leslie Cho, MD, meskipun nyeri dada adalah gejala serangan jantung yang paling umum, wanita dapat memiliki gejala yang sama sekali tidak berhubungan dengan nyeri dada. Karena itu penting bagi wanita untuk mengenali gejala serangan jantung yang cenderung lebih samar.

“Selain itu, kita perlu menggali lebih dalam gejala nyeri dada yang muncul, baik untuk pria maupun wanita yang berkaitan dengan serangan jantung,” kata Dr. Cho.

Baca juga: Nyeri Dada Tak Selalu Serangan Jantung

"Gejala yang dating tidak selalu sedramatis yang Anda kira, dan ini bisa terasa seperti tekanan atau detak jantung yang datang seiring waktu."

Melansir Cleveland Health, Dr. Cho menyebut ada tiga gejala serangan jantung yang harus Anda perhatikan - dan menjelaskan apakah gejala tersebut ringan atau perlu dikhawatirkan.

1. Berkeringat dan atau sesak napas

Seiring bertambahnya usia wanita, kurang olahraga dan kenaikan berat badan secara bertahap akan menyebabkan masalah seperti sesak napas. Belum lagi, hot flashes yang menjadi keluhan umum bagi banyak wanita selama menopause.

Tetapi gejala ini dapat menandakan masalah jantung, ketika terjadi dalam situasi berikut:

- Berkeringat tiba-tiba atau sesak napas tanpa aktivitas.

- Sesak napas yang terus memburuk dari waktu ke waktu setelah beraktivitas.

- Sesak napas yang memburuk saat berbaring dan membaik saat disangga.

- Keringat "stress" (rasa dingin dan lembap) saat tidak ada penyebab stress yang nyata.

- Berkeringat atau sesak napas yang disertai gejala lain seperti nyeri dada atau kelelahan.

2. Kelelahan yang tidak biasa

Seperti banyak wanita, Anda mungkin sering kali terjebak dalam kesibukan. Anda mungkin mengurus keluarga, mengurus rumah tangga, bekerja di luar rumah, dan merawat orangtua yang lanjut usia.

Maka ketika Anda merasa lelah, seharusnya itu adalah hal yang normal.

Tapi, kata Dr. Cho, cobalah untuk perhatikan kelelahan Anda, apakah itu muncul baru-baru ini dan terasa berlebihan?

- Anda tiba-tiba kelelahan setelah berolahraga seperti biasa.

- Anda tidak melakukan aktivitas yang berat, tetapi kelelahan dan dada terasa berat.

- Aktivitas sederhana seperti merapikan tempat tidur, berjalan ke kamar mandi atau berbelanja membuat Anda sangat lelah.

- Selain merasa sangat lelah, Anda juga mengalami gangguan tidur.

Baca juga: Henti Jantung dan Serangan Jantung, Benarkah Selalu Sebabkan Kematian?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X