Ilmuwan: Kelelawar Tak Seharusnya Disalahkan karena Covid-19, Ini Alasannya

Kompas.com - 14/10/2020, 17:02 WIB
Kelelawar tapal kuda (Rhinolophus) sejauh ini merupakan reservoir (sarang) alami yang penting bagi virus corona. Hewan ini juga memiliki virus corona yang merupakan kerabat dekat SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Shutterstock/Rudmer ZwerverKelelawar tapal kuda (Rhinolophus) sejauh ini merupakan reservoir (sarang) alami yang penting bagi virus corona. Hewan ini juga memiliki virus corona yang merupakan kerabat dekat SARS-CoV-2, penyebab Covid-19.


KOMPAS.com- Sejak pandemi virus corona menyebar ke seluruh dunia, kelelawar dianggap bertanggung jawab atas penyakit yang kini telah menginfeksi lebih dari 38 juta orang.

Mamalia terbang ini menjadi kambing hitam atas wabah yang awalnya muncul di China pada akhir tahun 2019 lalu, dan kini sedikitnya lebih dari 1 juta orang meninggal karena Covid-19, penyakit yang ditimbulkan.

Di banyak tempat di dunia ini, kelelawar sering disalahpahami. Seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/10/2020), di Zimbabwe, kelelawar disebut sebagai 'naga bersayap', 'tikus terbang', atau sekadar hewan yang jahat.

Namun, bagi Mathieu Bourgarel, seorang ahli ekologi, satwa liar, kelelawar adalah makhluk yang indah dan luar biasa.

"Mereka (kelelawar) menakjubkan. Orang-orang takut akan sesuatu yang tidak mereka ketahui," katanya.

Baca juga: Virus Corona Ada di Kelelawar dan Tak Terdeteksi Selama Puluhan Tahun

 

Bourgarel adalah peneliti pemburu virus untuk lembaga penelitian Perancis, Cirad. Bersama tim penelitinya di Universitas Zimbabwe, dia pergi ke gua kelelawar untuk mengumpulkan sampel dan kotoran mamalia ini.

Para ilmuwan tersebut kemudian mengekstrak dan mengurutkan materi genetik dari virus-virus yang dibawa kelelawar.

Ada berbagai jenis virus corona yang dibawa oleh kelelawar, termasuk salah satunya yang dari keluarga yang sama dengan SARS dan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Studi tersebut adalah bagian dari upaya dunia untuk menyelidiki keragaman dan susunan genetik dari virus-virus yang dibawa oleh kelelawar.

Baca juga: Bukti Baru: Ditemukan Virus Corona Kerabat Dekat SARS-CoV-2 pada Kelelawar

 

"Penduduk setempat sering mengunjungi habitat kelelawar ini, untuk mengumpulkan guano (kotoran kelelawar) yang digunakan sebagai pupuk bagi tanaman mereka," kata Elizabeth Gori dari Universitas Zimbabwe.

Gori menambahkan sangat penting untuk mengetahui patogen yang dibawa oleh kelelawar tersebut, karena itu dapat ditularkan ke manusia.

Peran besar kelelawar menjaga ekosistem

Sejak Covid-19 mewabah di seluruh penjuru dunia, para pakar kelelawar telah meluncurkan kampanye Don't Blame Bats (Jangan Menyalahkan Kelelawar).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X