Bukti Baru: Ditemukan Virus Corona Kerabat Dekat SARS-CoV-2 pada Kelelawar

Kompas.com - 13/05/2020, 19:32 WIB
Kelelawar dinilai menjadi inang virus corona shutterstockKelelawar dinilai menjadi inang virus corona

KOMPAS.com - "Bagaimana virus corona berevolusi", adalah pertanyaan sederhana yang masih belum diketahui jawabannya hingga saat ini. Pertanyaan ini melahirkan banyak penyelidikan, spekulasi, hingga teori konspirasi.

Saat ini, studi menunjukkan bahwa virus yang bertanggung jawab atas penyakit Covid-19 berevolusi secara alami. Virus corona tidak berasal dari laboratorium.

Mungkin virus ini benar berasal dari kelelawar, menular ke hewan, dan bermutasi hingga menjadikan pandemi global seperti saat ini.

Sebuah studi baru menguatkan teori tersebut.

Baca juga: Bagaimana Jika Tergigit atau Tercakar Kelelawar? Simak Pertolongan Pertamanya

Tim ilmuwan dari China menemukan adanya kerabat dekat virus SARS-CoV-2 dalam kelelawar.

Mereka juga menemukan mutasi yang merupakan penyisipan materi genetik ke dalam genom virus yang menunjukkan bahwa perubahan virus itu memang terjadi secara alami.

"Sejak ditemukannya virus corona SARS-CoV-2, ada sejumlah teori tidak berdasar yang mengungkap bahwa virus corona baru berasal dari laboratorium," ungkap ahli mikrobiologi dari Shandong First Medical University, Weifing Shi.

"Secara khusus, telah diusulkan penyisipan S1/S2 sangat tidak biasa dan mungkin merupakan indikasi manipulasi laboratorium. Tapi makalah kami menunjukkan dengan sangat jelas bahwa virus corona secara alami berasal dari satwa liar. Ini memberi bukti kuat bahwa SARS-CoV-2 bukan buatan laboratorium," imbuh Weifeng Shi dilansir Science Alert, Selasa (12/5/2020).

Virus yang baru ditemukan pada kelelawar ini, oleh tim Weifeng Shing dinamai RmYN02.

Diidentifikasi selama analisis terhadap 302 sampel dari 227 kelelawar yang berasal dari provinsi Yunnan, China, pada paruh kedua 2019.

Setelah menganalisis virus yang ditemukan dalam sampel kelelawar, tim akhirnya mengungkap dua genom virus corona yang hampir lengkap, yakni RmYN01 dan RmYN02.

RmYN01 hanya memiliki kecocokan rendah dengan SARS-CoV-2. Namun RmYN02 sangat mirip dengan SARS-CoV-2.

Virus corona RmYN02 memiliki 93,3 persen genom yang sama dengan SARS-CoV-2, dan satu gen tertentu yang disebut 1ab berbagi 97,2 persen. Ini adalah kecocokan terdekat dalam gen tersebut hingga saat ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X