Kompas.com - 29/09/2020, 18:02 WIB
Kerangka bangsa Viking di sebuah pemakaman massal. Peneliti ungkap asal-usul penyakit cacar, dari pemeriksaan DNA pada tulang dan gigi ditemukan virus cacar kuno. UNIVERSITY OF CAMBRIDGE/Thames Valley Archaeological ServicesKerangka bangsa Viking di sebuah pemakaman massal. Peneliti ungkap asal-usul penyakit cacar, dari pemeriksaan DNA pada tulang dan gigi ditemukan virus cacar kuno.


KOMPAS.com- Para ilmuwan mengungkapkan beberapa jenis virus menghilang tanpa jejak, sedangkan lainnya masih bertahan hingga berabad-abag.

Menghilangnya beberapa virus begitu saja, memunculkan misteri dan tanda tanya bagi para ilmuwan. Salah satunya virus cacar kuno yang ditemukan para ilmuwan Inggris yang terdapat pada 37 kerangka, yang diduga para korban eksekusi lebih dari seribu tahun lalu.

Kerangka-kerangka ini ditemukan di lahan St John's College di Oxford dan saat para ilmuwan menganalisis DNA jasad-jasad ini, di antaranya menderita cacar, seperti dikutip dari BBC Indonesia, Selasa (29/9/2020).

Menariknya, virus cacar yang ditemukan dalam beberapa jasad tersebut, bukan jenis yang sama di sepanjang sejarah modern. Sebab, virus cacar di masa yang lebih modern telah punah pada tahun 1970-an, ketika program vaksinasi dilakukan secara masif.

Kendati virus cacar kuno itu berasal dari jalur yang sangat berebda, dan menghilang begitu saja selama berabad-abad lalu, namun, sepertinya penyakit cacar yang mematikan itu telah punah dua kali.

Baca juga: Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

 

Lantas, mengapa beberapa virus dapat menghilang begitu saja?

Saat ini, kita juga tengah dihadapkan dengan jenis virus baru yang kali ini menjadi pandemi global dengan penyakit Covid-19. Virus corona baru, SARS-CoV-2 yang masih memiliki kerabat dengan SARS yang mewabah pada 2003 lalu, kini menjadi ancaman baru bagi dunia.

Sementara virus SARS itu sendiri menghilang begitu saja. Virus ini pertama kali muncul pada 10 Februari 2003, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Beijing, China, menerima surel berisi cerita tentang penyakit menular yang aneh, dan telah menewaskan 100 orang dalam sepekan.

Kasus pertama banyak ditemukan di Guangdong, sebuah provinsi di pesisir tenggara China yang terkenal dengan banyak restoran. Dua tahun kemudian, virus tersebut telah menginfeksi sedikitnya 8.096 orang dan menewaskan 774 orang.

Baca juga: Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

 

SARS tiba-tiba menghilang

Sama seperti Covid-19, SARS adalah virus RNA yang disebut berpotensi mendominasi dunia.

Sebab, SARS adalah virus RNA yang artinya, ia mampu berevolusi dengan cepat dan penularannya melalui droplet yang dikeluarkan orang, baik saat bernapas, maupun berbicara dan sulit untuk dihindari.

Para ilmuwan dunia sempat mencemaskan keberadaan wabah ini, sebab virus ini dapat menyebabkan kehancuran dalam skala yang sama dengan krisis HIV, atau bahkan, pandemi flu 1918 yang menginfeksi sepertiga populasi dunia dan menewaskan 50 juta jiwa.

Akan tetapi yang mengejutkan, tiba-tiba SARS menghilang secepat kemunculannya yang mengejutkan dunia. Pada Januari 2004, hanya ditemukan sedikit kasus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Oh Begitu
Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Oh Begitu
Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Fenomena
Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Oh Begitu
komentar
Close Ads X