Ahli: Sebaiknya Uji Vaksin Corona Sinovac Dilakukan di Zona Merah, Kenapa?

Kompas.com - 14/09/2020, 07:02 WIB
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan.


KOMPAS.com - Vaksin corona buatan China telah mulai disuntikkan ke sejumlah relawan untuk menguji efektivitas vaksin dalam melawan pandemi virus corona.

Di Indonesia, uji fase 3 vaksin Sinovac ini dilakukan Bio Farma dan para peneliti di Universitas Padjajaran. Ada sekitar 1.600 relawan yang berpartisipasi dalam uji vaksin corona tersebut.

Perlu diketahui, dari sejumlah relawan tersebut terbagi menjadi dua kelompok, satu kelompok diberi suntikan vaksin virus corona dan kelompok kedua disuntikkan plasebo atau tanpa vaksin.

Ahli Biologi Molekuler Indonesia, Ahmad Utomo mengatakan uji vaksin corona di Indonesia dilakukan secara randomisasi atau acak yang sifatnya 'double blind'.

Baca juga: Relawan Kena Covid-19, Apakah Vaksin Corona Sinovac Gagal? Ini Kata Ahli

 

"Artinya, baik orang divaksinasi dan orang yang memberikan tidak mengetahui, apakah yang disuntikkan itu vaksin atau plasebo. Jadi sama-sama tidak tahu," jelas Ahmad kepada Kompas.com, Minggu (13/9/2020).

Ahmad menegaskan bahwa ini adalah hal biasa yang terjadi dalam pengujian vaksin virus.

Kendati demikian, Ahmad mengungkapkan pengujian vaksin virus, idealnya dilakukan di wilayah yang memang kasus infeksinya tinggi.

Sementara di Indonesia, pengujian vaksin Sinovac dilakukan di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung, di mana angka kasus Covid-19 tidak setinggi DKI Jakarta, maupun wilayah berzona merah.

Baca juga: Tak Hanya di Indonesia, Vaksin Corona Sinovac Juga Diuji Klinis di Bangladesh dan Brasil

 

Namun, pengendalian virus corona di wilayah ini dinilai cukup baik, karena sejalan dengan agresifnya pemerintah Jawa Barat menyerukan protokol kesehatan, 3T (test, tracing, treatment) dan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak).

"Masyarakat harus tahu bahwa sains itu sangat tidak empatik. Artinya, apapun itu harus punya data, punya bukti bahwa vaksin ini efektif," jelas Ahmad.

Alasan uji vaksin Sinovac di luar China

Menurut Ahmad, wabah virus corona di Jawa Barat, terutama di Bandung sebagai lokasi uji klinis vaksin corona, seharusnya berada di zona merah.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar
Close Ads X