Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. BRIN memiliki tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi.

Infrastruktur Sosial Prasyarat Indonesia Maju

Kompas.com - 13/09/2020, 13:08 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Dr Andy Ahmad Zaelany

KETIKA melanjutkan studi di Jerman sebelum krisis ekonomi di Indonesia, saya sempat mengalami kecemburuan sosial melihat fasilitas yang dimiliki oleh seorang kawan yang berasal dari Korea Selatan (Korsel). Dia sengaja dikirim oleh pemerintahnya untuk menekuni filsafat Immanuel Kant.

Bagaimana tidak cemburu? Bila kita bersama-sama ke toko buku, dia dengan tenangnya memilih dan membeli banyak buku, sementara kami dari Indonesia bahkan untuk membeli sebuah buku pun bertimbang-timbang dengan berat sekali.

Pemerintah Korsel waktu itu sedang giat-giatnya mencanangkan diri menjadi negara industri maju. Pengembangan industri dilakukan dengan penuh semangat dan secara bertahap.

Para pemimpin pemerintah Korsel memercayai akan pentingnya menyiapkan masyarakat dalam menuju negara industri maju. Negara industri yang maju haruslah berbasiskan tipikal masyarakat pendukung yang sesuai. Jika kualitas masyarakatnya tidak sesuai, pastilah perkembangan industri juga akan terseok-seok bahkan ambruk.

Oleh sebab itu, pengiriman sejumlah sarjana ke berbagai universitas maju sangatlah penting. Mereka ditugaskan untuk menekuni ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penyiapan kualitas manusia industri atau pembangunan infrastruktur sosial. Kelak para sarjana tersebut yang akan menyiapkan infrastruktur sosial bagi Korsel sebagai suatu negara industri maju.

Infrastruktur Sosial

Suatu infrastruktur sosial ditopang oleh tiga tiang besar, yaitu: konektivitas (connectivity), berbagi (sharing) dan kerjasama (collaboration).

Bagaimana bisa merekatkan masyarakat yang pluralis dalam hal agama, suku, ras dan kelompok serta tersebar di berbagai daerah yang terpisah oleh laut gunung, sungai dan batasan geografis lainnya?

Sungguh sudah terbayang sulitnya. Radikalisme dan gerakan intoleransi yang sering terjadi selama ini menunjukkan betapa konektivitas merupakan perkara yang rumit.

Sharing atau berbagi merupakan sikap untuk saling mengembangkan solidaritas di tengah-tengah masyarakat. Kemauan untuk berbagi harta, pengetahuan dan kesempatan adalah hal-hal yang fundamental.

Di era pandemi Covid-19, kita telah menyaksikan betapa tidak mudahnya menggerakkan sikap untuk berbagi di tengah-tengah masyarakat. Bantuan sosial pun tidak jarang diperebutkan oleh mereka yang sebenarnya tidak berhak.

Kolaborasi atau kerjasama atau istilah populernya gotongroyong ialah kata yang sangat sering didengung-dengungkan, tapi sungguh sulit dilaksanakan dalam praktek sehari-hari.

Orang mungkin terlihat sedang bersama-sama melaksanakan suatu pekerjaan, namun jika diperhatikan dengan seksama mereka bekerja masing-masing, lemah dalam koordinasi dan kurang kesediaan untuk saling melengkapi.

Keberadaan infrastruktur sosial merupakan tiang penyangga nasionalisme yang harus mewarnai bangsa ini untuk menjadi bangsa yang maju. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara bahwa nasionalisme yang kuat harus menjadi bagian terpenting dari sosialisasi di dalam keluarga, pendidikan di sekolah maupun pelatihan serta pengkaderan di tengah-tengah masyarakat (Musyafa, 2017).

Bilamana infrastruktur sosial buruk, konflik di dalam masyarakat akan sering terjadi, sikap intoleransi bermunculan dimana-mana, radikalisme akan sering mengancam. Implikasinya akan berupa jalannya roda pembangunan tersendat-sendat serta kesejahteraan masyarakat akan sulit tercapai.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com