Kompas.com - 01/08/2020, 13:20 WIB
Ilustrasi fenomena Snowball Earth, jika Bumi kehilangan sinar matahari, para ilmuwan mencoba mensimulasikan faktor pemicu dan kemungkinan penyebabnya. NASAIlustrasi fenomena Snowball Earth, jika Bumi kehilangan sinar matahari, para ilmuwan mencoba mensimulasikan faktor pemicu dan kemungkinan penyebabnya.


KOMPAS.com - Sinar matahari adalah sumber kehidupan bagi semua mahluk di Bumi. Para ilmuwan mengungkapkan planet yang kita tinggali ini ternyata bisa melepaskan hawa dingin.

Lalu apa yang akan terjadi jika Bumi kehilangan sinar matahari?

Tidak semua zaman es sama brutalnya, bahkan dalam peristiwa glasial paling ekstrem yang pernah dicatat dalam sejarah sains, es membentang dari wilayah kutub Bumi dan meluas hingga ke garis lintang yang lebih rendah.

Secara harafiah, kondisi ini akan membentuk kembali wajah planet.

Melansir Science Alert, Sabtu (1/8/2020), bukti transisi epik semacam ini dapat ditemukan dalam catatan geologis, paling baru yakni dalam glasiasi hebat selama periode Cryogenian.

Baca juga: 21 Tahun Ada di Bumi, Meteorit Mars Akan Dipulangkan NASA

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ilmuwan berpikir peristiwa pendinginan ekstrem ini berpotensi mencapai konsekuensi global yang disebut dengan fenomena bola salju bumi (Snowball Earth).

Akan tetapi, apakah yang ada di Bumi bisa sangat efektif melepaskan hawa dingin tanpa henti, sehingga membuat hampir seluruh planet berakhir dengan terselimuti bola es dan salju beku?

Kendati demikian, para peneliti belum bisa mengetahui apa yang dapat memicunya, namun mereka saat ini sedang menggali penjelasan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Kondisi geografis di Kutub UtaraLUXURY ACTION Kondisi geografis di Kutub Utara

Baca juga: Sinar Matahari dan Covid-19, Apa Hubungannya? Ini Penjelasan Ahli

"Ada banyak gagasan tentang apa yang menyebabkan glasiasi global ini, tetapi mereka semua benar-benar bermuara pada beberapa modifikasi implisit dari radiasi matahari yang masuk," ungkap peneliti sains planet Constantin Arnscheidt dari MIT.

Dengan kata lain, penjelasan konvensional tentang bagaimana bola salju Bumi dapat terjadi adalah bahwa, beberapa jenis bencana besar.

Di antaranya berkurangnya jumlah sinar matahari yang mencapai permukaan planet, dapat membuat Bumi menjadi lebih dingin dan bahkan bisa membeku.

Hipotesa lainnya menjelaskan kaitannya dengan siklus karbon yang akan menjadi kebalikan dari krisis pemanasan global yang sedang dihadapi Bumi saat ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.