Ramuan Bawang Putih 1.000 Tahun Diklaim Sebagai Antibiotik Paling Manjur, Kok Bisa?

Kompas.com - 30/07/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi bawang putih yang diklaim menjadi obat herbal untuk corona. SHUTTERSTOCKIlustrasi bawang putih yang diklaim menjadi obat herbal untuk corona.


KOMPAS.com - Ketika bakteri mematikan tumbuh semakin resisten terhadap antibiotik modern, beberapa peneliti telah beralih pada manuskrip medis kuno sebagai petunjuk.

Salah satunya salep di abad pertengahan yang berasal dari 1.000 tahun lalu, berhasil menjadi penangkal bakteri di tengah banyaknya antibiotik modern yang gagal.

Ancientbiotic atau antibiotik kuno demikian para peneliti menyebutnya, ditemukan di salah satu buku teks medis paling awal yang diketahui berasal dari Inggris di abad pertengahan.

Seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (30/7/2020), manuskrip medis kuno tersebut dikenal sebagai Bald's Leechbook.

Baca juga: 5 Manfaat Tak Terduga dari Bawang Putih untuk Kesehatan

Banyak solusi yang ditawarkan dalam buku yang cukup tebal tersebut, termasuk salep untuk menghentikan infeksi di malam hari.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, para ilmuwan telah menunjukkan campuran bahan alami ini, yakni bawang putih, bawang merah atau daun bawang, empedu sapi dan anggur.

Bahan-bahan ini diduga memiliki sifat antiseptik yang kuat. Bahkan, tampaknya bahan-bahan ini bekerja melawan bakteri berbahaya yang telah menjadi resiten atau kebal terhadap beberapa obat modern.

Staphylococcus aureus, bakteri yang resisten terhadap antibiotik Methicillin (MRSA) Staphylococcus aureus, bakteri yang resisten terhadap antibiotik Methicillin (MRSA)

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Era Awal Antibiotik dari Cawan Bakteri

Setelah menyeduh beberapa bahan, termasuk 15 bawang putih dan 15 daun bawang, para peneliti mencoba menguji resep kuno tersebut.

Di masa lalu, resep untuk eyesalve ini telah terbukti membunuh Staphylococcus aureus, bakteri yang menyebabkan penyakit yang disebut golden staph.

Sekarang, pada studi baru yang dipimpin oleh Jessica Furner-Pardoe dari University of Warwick telah mendukung temuan tersebut.

Ketika bakteri membentuk struktur kokoh yang dikenal sebagai biofilm, ramuan salep kuno tersebut bekerja efektif.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X