Perigee Titik Terdekat Bulan terhadap Bumi, Samakah dengan Supermoon?

Kompas.com - 13/07/2020, 16:30 WIB
Bulan purnama atau supermoon terlihat, 10 Agustus 2014, di Washington, Amerika Serikat. Supermoon terjadi ketika orbit bulan paling dekat (perigee) dengan Bumi pada saat yang sama penuh. NASA/Bill IngallsBulan purnama atau supermoon terlihat, 10 Agustus 2014, di Washington, Amerika Serikat. Supermoon terjadi ketika orbit bulan paling dekat (perigee) dengan Bumi pada saat yang sama penuh.


KOMPAS.com- Dalam istilah astronomi yang berkaitan dengan Bulan, mungkin Anda seringkali mendengar istilah Perigee, Apogee dan Supermoon.

Perigee digunakan untuk menyebutkan kondisi Bulan berada pada titik terdekat terhadap Bumi. Sebaliknya, Apogee menjadi kondisi yang menandakan Bulan sedang berada di titik terjauh dari Bumi.

Sementara, itu pada keadaan supermoon, selalu disebutkan bahwa Bulan akan tampak sangat besar dari Bumi.

Lantas, timbul pertanyaan apakah supermoon sama dengan Perigee dan Apogee bisa dikatakan Minimoon?

Baca juga: Jangan Lewatkan Supermoon Terakhir Tahun Ini, Malam Ini Puncaknya

Menjawab hal itu, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emanuel Sungging mengatakan ada kecenderungan sama, tetapi tidak mutlak sama.

1. Perigee dan Supermoon

Emanuel mengatakan biasanya memang saat dekat fenomena Perigee terjadi cenderung juga ada kemungkinan terjadi fenomena Supermoon.

Fenomena Bulan Supermoon yang juga disebut sebagai super pink moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4/2020) dini hari. Astronom Indonesia menyebutkan, fenomena supermoon dimana bulan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya itu terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat sekitar 356,909 kilometer dari Bumi dan merupakan supermoon terbesar sepanjanb 2020, sekitar 9 jam setelah Bulan berada di perigee disusul bulan purnama Pink Moon, Egg Moon, dan Grass Moon di negara-negara empat musim.ANTARA FOTO/RAHMAD Fenomena Bulan Supermoon yang juga disebut sebagai super pink moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4/2020) dini hari. Astronom Indonesia menyebutkan, fenomena supermoon dimana bulan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya itu terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat sekitar 356,909 kilometer dari Bumi dan merupakan supermoon terbesar sepanjanb 2020, sekitar 9 jam setelah Bulan berada di perigee disusul bulan purnama Pink Moon, Egg Moon, dan Grass Moon di negara-negara empat musim.

Baca juga: Pagi Ini, Masyarakat Bisa Saksikan Perigee Bulan Tampak Lebih Besar

"Memang biasanya Supermoon terjadi di sekitar Perigee," kata Emanuel kepada Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Akan tetapi, fenomena Supermoon akan terjadi tergantung pada kondisi Bumi-Bulan. Seperti, ketika diameter Bulan yang bisa menjadi lebih besar daripada rerata penampakan diameter Bulan kategori titik terdekat dengan Bumi.

"Sehingga ( perigee yang terjadi) disebut sebagai Supermoon juga," jelasnya.

Supermoon, di negara-negara barat terutama suku-suku asli Amerika memiliki beragam istilah lainnya untuk menyebutkan fenomena supermoon atau bulan purnama setiap fase periode tertentunya.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X