4 Burung Julang Jambul Hitam Dilepasliarkan di TN Kutai

Kompas.com - 26/06/2020, 20:03 WIB
Julang Jambul Hitam zooinstitutes.comJulang Jambul Hitam

KOMPAS.com - Empat ekor burung Julang Jambul Hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus) telah dilepasliarkan di Taman Nasional Kutai pada Selasa (23/6/2020).

Upaya pelepasan Burung Julang Jambul Hitam ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPHLHK) wilayah Kalimantan dan Balai Taman Nasional (TN) Kutai.

Kenapa empat Burung Julang Jambul Hitam ini dilepasliarkan?

Kepala BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim), Sunandar mengungkapkan bahwa pelepasliaran ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapkan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Samarinda.

Baca juga: Spesies Katak Baru Endemik Sumatera, Ahli Konsen pada Konservasi Hutannya

Terutama, dilindungi oleh tim gabungan BKSDA Kaltim dan Balai PPHLK wilayah Kalimantan bersama Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Samarinda pada tanggal 9 Juni 2020.

"Kami sangat berharap masyarakat semakin sadar bahwa satwa liar dilindungi bukan untuk dipelihara, tapi untuk hidup bebas di hutan karena fungsinya sangat penting bagi regenerasi hutan dan menjaga kelestarian hutan," kata Sunandar.

Pelepasliaran burung jurang jambul hitamKLHK Pelepasliaran burung jurang jambul hitam

Sebab, hutan yang ekosistemnya terjaga dengan baik akan sangat penting sebagai penyangga utama kehidupan manusia di Bumi. Burung Julang Jambul Hitam ini dilepaskan kembali ke alam, karena merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi di Indonesia.

"Kegiatan perburuan liar merupakan salah satu ancaman terbesar bagi jenis satwa ini. Padahal, peran burung ini di alam sangat penting," ujar dia.

Baca juga: Seri Hewan Nusantara: Katak Mini Endemik Selatan Sumatera, Suaranya Senyaring Jangkrik

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai PPHLHK wilayah Kalimantan, David, menyampaikan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu melindungi satwa liar ini.

"Kami berharap masyarakat semakin menyadari bahwa perdagangan satwa liar yang dilindungi merupakan kegiatan yang melanggar hukum," ujar David

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X