Kompas.com - 26/06/2020, 13:30 WIB
Saniniu Laizer, pria 52 tahun di Manyara, Tanzania. Dia menjadi sorotan setelah kaya mendadak karena menjual dua Tanzanite, batu mulia yang disebut-disebut salah satu terlangka di Bumi, di mana temuannya sejauh ini adalah yang terbesar di Tanzania. Tanzania Ministry of Minerals via BBCSaniniu Laizer, pria 52 tahun di Manyara, Tanzania. Dia menjadi sorotan setelah kaya mendadak karena menjual dua Tanzanite, batu mulia yang disebut-disebut salah satu terlangka di Bumi, di mana temuannya sejauh ini adalah yang terbesar di Tanzania.


KOMPAS.com - Mendadak seorang penambang batu di Tanzania menjadi kaya raya, setelah dia menjual dua bongkahan batu langka Tanzanite.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (25/6/2020), Saniniu Laizer, buruh tambang ini mendapatkan 2,4 juta poundsterling atau setara Rp 42,4 miliar dari kementerian pertambangan.

Tanzanite, diketahui merupakan batu permata paling langka di dunia. Bahkan, para pakar geologi memperkirakan batuan ini baru ada lagi 20 tahun mendatang.

Lantas, apa itu Tanzanite, apa keistimewaannya dan mengapa sangat langka di dunia?

Melansir Geology Geoscience News and Information, Jumat (26/6/2020), Tanzanite adalah nama dagang yang kali pertama digunakan Tiffany and Company (Tiffany & Co), yakni perusahaan bisnis perhiasan mewah yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Baca juga: Keindahan MARS, NASA Potret Batu Berpasir di Planet Merah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanzanite digunakan untuk melabeli spesimen permata berkualitas dari mineral zoisite berwarna biru.

Nama Tanzanite ini, menurut ahli gemologi Hobart M. King, Ph.D., dari Gemological Institute of America (GIA) Graduate Gemologist, menjadi satu-satunya deposite batu permata yang dikenal di dunia yang secara mencerminkan asal geografis batu mulia ini yakni yang berasal dari Tanzania utara.

Semua tambang batuan ini di berada di area sekitar 8 mil persegi di Bukit Merelani, dekat pangkalan Gunung Kilimanjaro dan kota Arusha, Afrika.

Ilustrasi batu permata biru Tanzanite yang berasal dari Tanzania. SHUTTERSTOCK/loveaum Ilustrasi batu permata biru Tanzanite yang berasal dari Tanzania.

Baca juga: Serpihan Batu Permata Langka Ditemukan pada Fosil Gigi Kuno

Uniknya, kendati hampir semua batu permata paling populer di dunia telah dikenal dan digunakan selama ratusan tahun, namun Tanzanite ini tidak ditemukan dalam jumlah komersial hingga tahun 1960-an.

Namun, sejak saat itu, dalam waktu yang sangat singkat, batu permata biru ini menjadi populer. Bahkan, kepopulerannya berada di peringkat kedua setelah batu safir.

Tanzanite adalah salah satu dari sejumlah kecil permata dari berbagai warna yang telah ditemukan dan popularitasnya sudah dikenal sejak abad lalu. Karena popularitasnya yang semakin meningkat, Tanzanite disebut sebagai batu kelahiran modern untuk bulan Desember 2002.

Warna batu permata Tanzanite yang istimewa

Mineral zoisite yaitu kandungan yang terdapat suatu batuan, secara alami muncul dalam berbagai warna yang mencakup tanpa warna (transparan), coklat, merah muda, hijau, biru dan ungu.

Halaman:


Sumber Geology
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.