Kita Tak Sendiri, Ilmuwan Perkirakan Ada 36 Peradaban Cerdas di Bima Sakti

Kompas.com - 17/06/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Meski telah lama jadi perdebatan, pertanyaan apakah manusia sendirian di alam semesta ini hingga kini masih terus mengusik banyak pihak. Beragam cara pun bahkan terus ditempuh untuk mencari tanda-tanda kehidupan lain di luar Bumi.

Tetapi nampaknya misteri terbesar itu berlahan mulai menunjukkan titik terangnya. Peneliti telah mengembangkan pendekatan baru yang akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa mungkin ada lebih dari 30 peradaban cerdas di seluruh galaksi Bima Sakti.

Kesimpulan itu berdasarkan dari analisis mengenai bagaimana kehidupan berevolusi di Bumi.

Tata Surya terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, dan planet asal kita terbentuk dari cakram gas dan debu yang berputar jutaan mil jauhnya dari bintang inangnya.

Namun, tanda-tanda pertama kehidupan mikroba baru muncul di Bumi sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu, membutuhkan sekitar satu miliar tahun untuk berkembang.

Baca juga: Mengapa Manusia Tak Pernah Melihat Alien? Ahli Fisika Jelaskan

Setelah itu perlu waktu lebih lama bagi manusia modern untuk berkembang, sekitar 200.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, peradaban modern baru dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu. Dan setelah bertahun-tahun, manusia menjadi peradaban yang cerdas dan berkomunikasi sekitar 100 tahun yang lalu.

Mempertimbangkan bahwa dibutuhkan hampir 5 miliar tahun untuk sebuah peradaban teknologi untuk eksis di sebuah planet, dan dengan asumsi bahwa kehidupan berevolusi di planet lain dengan cara yang sama di Bumi, studi yang diterbitkan di The Astrophysical Journal itu memperkirakan bahwa mungkin ada 36 alien lainnya.

Kriteria untuk peradaban ini didasarkan pada berapa lama mereka telah secara aktif mengirimkan sinyal keberadaan mereka ke alam semesta, seperti transmisi radio yang dilakukan penduduk bumi.

"Idenya adalah melihat evolusi tetapi pada skala kosmik. Kami menyebut perhitungan ini sebagai Batas Copernican Astrobiological," kata Christopher Conselice, profesor Astrofisika di University of Nottingham, dan penulis utama studi ini, seperti dikutip dari Inverse, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Seperti Apa Bentuk Alien di Planet Lain? Pakar Menjelaskan

Namun, para peneliti memperkirakan bahwa peradaban makhluk luar angkasa ini mungkin terletak sekitar 17.000 tahun cahaya, yang akan membuat sulit untuk mendeteksi atau berkomunikasi dengan mereka dengan teknologi yang dimiliki Bumi saat ini.

Lebih lanjut, jika ternyata tidak ada peradaban modern aktif lain di Bima Sakti saat ini, itu justru bukan pertanda baik bagi kita. Menurut Conselice hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa peluang bertahan hidup untuk peradaban seperti kita cukup kecil dan tidak bertahan lama.

"Penelitian baru kami menunjukkan bahwa pencarian peradaban cerdas di luar bumi tidak hanya mengungkapkan keberadaan bagaimana bentuk kehidupan, tetapi juga memberi kita petunjuk untuk berapa lama peradaban kita sendiri akan bertahan," kata Conselice.


Sumber Inverse
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X