Kabar Viral Povidone-Iodine Obat Luka Ampuh Bunuh Virus Corona, Ini Kata Ahli

Kompas.com - 17/06/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi Povidone-Iodine, cairan antiseptik yang biasa digunakan untuk membersihkan luka atau untuk membersihkan bagian tubuh yang akan dioperasi oleh paramedis. SHUTTERSTOCK/joel bubble benIlustrasi Povidone-Iodine, cairan antiseptik yang biasa digunakan untuk membersihkan luka atau untuk membersihkan bagian tubuh yang akan dioperasi oleh paramedis.


KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir media sosial dihebohkan dengan kabar bahwa cairan dengan kandungan antiseptik ampuh membunuh SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19.

Salah satunya seperti yang diunggah oleh akun Instagram @infia_fact dengan caption-nya menyebut antiseptik Povidone-iodine atau umum terkandung dalam obat luka di Indonesia, terbukti efektif membunuh 99,99 persen SARS-CoV-2 dan menjadi viral di antara warganet.

Namun, apakah benar cairan Povidone-iodine ini ampuh membunuh virus corona?

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr Panji Hadisoemarto MPH, menjelaskan, salah satu obat luka memang mengandung bahan aktif Povidone-iodin (PVP-I) yang sifatnya sebagai antiseptik.

Baca juga: Lawan Covid-19, Antiseptik Lindungi Tim Medis dari Virus Corona

Povidone-iodin merupakan zat antimikroba yang mampu membunuh bakteri, jamur, protozoa, dan virus.

"Jadi virus itu tidak bertahan lama kalau terpapar zat-zat antiseptik," katanya kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Oleh sebab itu, memang benar obat luka yang mengandung PVP-I memiliki kemampuan untuk membunuh virus mengingat adanya kandungan zat antiseptik.

Ilustrasi cairan Povidone-iodine untuk membersihkan luka atau sebagai obat luka.SHUTTERSTOCK/tong patong Ilustrasi cairan Povidone-iodine untuk membersihkan luka atau sebagai obat luka.

Baca juga: Benarkah Mutasi Membuat Virus Corona Lebih Menular, Ini Kata Peneliti

Namun, terkait membunuh virus corona penyebab Covid-19, merujuk pada unggahan di media sosial, saat ini masih berdasarkan studi in vitro yang artinya masih dilakukan dalam tabung percobaan, bukan pada makhluk hidup.

"Jadi mungkin dia membunuh virus dalam situasi tertentu di laboratorium," kata Panji.

Panji menyatakan, sebagai obat luar, PVP-I tentu tidak semata-mata dijadikan satu-satunya alat yang efektif untuk membunuh virus.

Sebab, mengingat penyebaran virus corona yang melalui droplet tidak hanya masuk lewat mulut, tetapi juga mata dan hidung.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X