Ahli: Kelamaan WFH Bisa Picu Serangan Jantung, Kok Bisa?

Kompas.com - 16/06/2020, 07:02 WIB
ilustrasi working from home FREEPIK/JCOMPilustrasi working from home

KOMPAS.com - Semenjak pemerintah menggulirkan wacana New Normal alias kenormalan baru, aktivitas mulai kembali seperti beberapa bulan lalu sebelum pandemi Covid-19 menyelimuti dunia.

Orang-orang mulai bekerja, anak sekolah kembali bersekolah, pusat perbelanjaan dibuka, dan transportasi umum pun kembali beroperasi.

Selagi mulai beradaptasi dengan kenormalan baru, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Kendati era new normal dijalankan, tak sedikit masyarakat yang masih harus memperpanjang bekerja dari rumah atau work from home ( WFH).

Baca juga: Kolesterol Meningkat Selama di Rumah Saja, Ini 4 Tips Memperbaikinya

Namun tahukah Anda, terlalu lama WFH dapat memicu serangan jantung secara tidak langsung?

Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskulas Siloam Hospital Kebon Jeruk, dr Maizul Anwar SpBTKV mengatakan, kelamaan WFH bisa memicu serangan jantung secara tidak langsung.

"Jadi banyak yang WFH malah stres. Nah, stres ini memang bisa memicu serangan jantung," kata Maizul dalam diskusi daring bertajuk Operasi Jantung di Masa Pandemi, Sabtu (12/6/2020).

Namun, stres sebagai pemicu serangan jantung ini juga tidak bisa terjadi pada setiap individu yang mengalami stres karena WFH.

Banyak inidikasi lain yang ikut menjadi pendorong keadaan stres hingga menjadi serangan jantung tanpa disadari.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Pemeriksaan Kadar Kolesterol Tetap Harus Dilakukan

Pencegahan

Maizul menegaskan, kondisi terburuk akibat stres terlalu lama WFH ini masih bisa dicegah.

Jadi, risiko terkena serangan jantung itu ada akibat stres, tetapi tetap bisa dilakukan kontrol untuk kondisi terburuknya.

"Tapi, kalau yang memang sudah konsultasi dengan dokter. Sudah diberikan obat, ya stresnya bisa dikontrol, risiko serangan jantungnya juga mengecil," ujar dia.

Seperti diketahui, stres merupakan bagian dari gaya hidup yang bisa diperbaiki oleh individu yang merasakannya. Jika tidak, berbagai kondisi penyakit juga berpengaruh akibat stres tersebut, tidak hanya organ jantung saja.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Fenomena
Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Oh Begitu
Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Fenomena
Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Oh Begitu
Vaksin Corona Rusia Siap Digunakan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Vaksin Corona Rusia Siap Digunakan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Oh Begitu
WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

Oh Begitu
Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Fenomena
Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Fenomena
Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Fenomena
Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Oh Begitu
Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Oh Begitu
Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Fenomena
komentar
Close Ads X