Antropolog: Narasi Ketakutan Tak Efektif Cegah Corona, Apa Maksudnya?

Kompas.com - 12/06/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi social distancing SHUTTERSTOCKIlustrasi social distancing

KOMPAS.com - Di tengah wabah pandemi Covid-19, beragam narasi muncul sebagai bentuk respon terhadap penyakit baru yang belum diketahui kapan pastinya akan berakhir.

Antropolog Kesehatan dari Mahidol University Thailand, Profesor Rosalia Sciortino mengungkapkan bahwa narasi yang muncul ini juga berkaitan dengan budaya di masyarakat.

Secara umum dan banyak bermunculan adalah budaya narasi yang menonjolkan ketakutan dan saling menyalahkan antar-masyarakat dan juga pemangku kebijakan. Bahkan ini tidak hanya terjadi di negara Indonesia saja, melainkan berbagai negara di dunia.

"Apa image yang kita mau promosikan (menghadapi pandemi Covid-19), tapi yang paling banyak itu pakai ketakutan," kata Rosalia dalam diskusi daring bertajuk "Etnografi dan Pandemi: Covid-19 dalam Narasi Antropologi Kesehatan", Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Pentingnya Antropolog dalam Mengubah Perilaku Respons Covid-19

Narasi ketakutan

Menurut Rosalia, menyebarkan narasi berisi ketakutan secara jelas bukanlah hal yang tepat untuk dapat menyudahi persoalan pandemi Covid-19.

" Masyarakat banyak disebarkan narasi penuh ketakutan tentang Covid-19. Padahal, ketakuta tidak efektif dari segi pencegahan," ujar dia.

Alhasil, banyak orang yang takut melakukan sesuatu termasuk ke rumah sakit sekalipun. Padahal, kondisinya memang sedang sakit baik terinfeksi Covid-19 maupun bukan karena infeksi virus corona SARS-CoV-2.

"Kalau orang sudah terlanjur takut ke rumah sakit, padahal sakit. Maka, akan lambat diobati," jelas dia.

Oleh sebab itu, budaya saling menyebarkan ketakutan di tengah pandemi ini seharusnya bisa dikontrol oleh setiap individu dan juga pemerintah yang berkewenangan.

Narasi saling menyalahkan

Bukan rahasia umum, Anda menjadi pembaca komentar ataupun cuitan antar-masyarakat dan juga pejabat publik yang menyalahkan oknum-oknum tertentu terkait menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Fenomena
Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Oh Begitu
Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Fenomena
Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Oh Begitu
Vaksin Corona Rusia Siap Diimunisasikan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Vaksin Corona Rusia Siap Diimunisasikan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Oh Begitu
WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

Oh Begitu
Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Fenomena
Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Fenomena
Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Fenomena
Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Oh Begitu
Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Oh Begitu
Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Fenomena
komentar
Close Ads X