Kompas.com - 07/06/2020, 18:03 WIB
Masker katun buatan Imy Ferica dan ibu mertuanya, Iveta Nevludova, yang dibagikan secara gratis ke panti jompo di Praha, Ceko, Kamis (2/4/2020). dok. Imy FericaMasker katun buatan Imy Ferica dan ibu mertuanya, Iveta Nevludova, yang dibagikan secara gratis ke panti jompo di Praha, Ceko, Kamis (2/4/2020).

KOMPAS.com – World Health Organization (WHO) pada 5 Juni 2020 memperbarui beberapa panduan terkait Covid-19, salah satunya tentang masker non-medis atau biasa disebut masker kain.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pidatonya menyebutkan bahwa masker kain kini harus terdiri dari tiga lapis.

“Kami juga memperbarui panduan bagaimana cara mencuci dan menyimpan masker kain,” tutur Ghebreyesus seperti dikutip dari situs resmi WHO, Minggu (7/6/2020).

Baca juga: WHO: Wajib Gunakan Masker Kain 3 Lapis, Ini Jenis Bahan dan Kombinasinya

Mengutip panduan terbaru WHO “Advice on the use of masks in the context of COVID-19: Interim guidance” keluaran 5 Juni 2020, satu masker kain hanya boleh digunakan oleh satu orang dan tidak boleh digunakan secara bergantian dengan orang lain.

Masker harus diganti ketika basah atau kotor. Lepas masker dari bagian samping tanpa menyentuh bagian depan masker. Jangan pegang wajah Anda usai melepas masker sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara mencuci masker kain

Panduan WHO menyebutkan masker kain harus dicuci secara rutin dan digunakan dengan hati-hati, agar tidak terkontaminasi dari barang-barang lainnya.

Jika ada bagian masker yang rusak atau bolong, lebih baik masker kain tidak digunakan kembali.

Cucilah masker sesuai dengan kemampuan atau toleransi bahan kain tersebut terhadap air panas. Jika memungkinkan, cucilah masker menggunakan air dengan suhu 60 derajat Celcius menggunakan sabun atau deterjen.

Baca juga: Panduan Terbaru WHO Cegah Corona, Siapa Saja yang Wajib Pakai Masker?

Bahan polypropylene memiliki toleransi tinggi terhadap suhu air yang panas, mencapai 125 derajat Celcius. Cucilah masker tanpa menguceknya terlalu sering.

Jika tidak ada air panas, cuci masker menggunakan sabun atau deterjen dengan air suhu ruangan. Kemudian, dilanjutkan oleh:

1. Merebus masker kain selama 1 menit, atau
2. Menguceknya selama 1 menit dalam larutan klorin 0,1 persen, kemudian bilas kembali dengan air suhu ruang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
4 Dampak Pandemi Covid-19 yang Dirasakan Pasien Kanker Paru

4 Dampak Pandemi Covid-19 yang Dirasakan Pasien Kanker Paru

Oh Begitu
Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Oh Begitu
Tes Antigen untuk Diagnosis Covid-19, Aturan Baru Percepat Testing dan Tracing

Tes Antigen untuk Diagnosis Covid-19, Aturan Baru Percepat Testing dan Tracing

Oh Begitu
Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
komentar
Close Ads X