Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/05/2020, 17:02 WIB

KOMPAS.com – Saat kerja dari rumah, banyak pekerja yang tak lepas dari pertemuan atau rapat daring (online meeting). Banyak platform yang menjadi wadah untuk pertemuan ini antara lain Google Hangouts, Skype, Facetime, atau yang paling masif saat ini yaitu Zoom.

Kemudian muncullah istilah slang yaitu Zoom fatigue, meliputi rasa lelah dan gelisah yang muncul akibat terlalu sering melakukan pertemuan daring. Meski dinamakan Zoom fatigue, gejala ini berlaku untuk semua platform pertemuan online.

Situs National Geographic pada 24 April 2020 menuliskan bahwa pandemi Covid-19 telah membuktikan apa yang selama ini diprediksikan: interaksi virtual bisa jadi sangat melelahkan bagi otak.

“Banyak penelitian yang menunjukkan manusia bersusah payah melakukan interaksi seperti ini,” tutur Andrew Franklin, asisten profesor jurusan cyberpsychology di Norfolk State University, Virginia.

Baca juga: Merasa Lelah saat Kerja dari Rumah? Ini Sebabnya

Tak hanya di luar negeri, banyak warga Indonesia yang mengalami gejala Zoom fatigue. Hal itu diungkapkan oleh Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd selaku Center Director MS School & Wellbeing Center.

“Tanda-tandanya bisa dilihat ketika kita tidak bersemangat lagi, malas, badan pegal-pegal, hingga berujung perubahan perilaku. Kita menjadi lebih cepat marah,” tutur Rosdiana kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Apa itu Zoom fatigue?

Rosdiana menjelaskan Zoom fatigue adalah perasaan lelah, gelisah, atau cemas dalam menghadapi kegiatan video conferencing. Hal ini tidak terbatas pada Zoom, tapi untuk semua aplikasi.

“Zoom fatigue bukan gangguan psikologi. Tapi kalau berkepanjangan, dapat mengganggu produktivitas dan kesehatan mental,” tuturnya.

Mengantisipasi libur sekolah berlanjut karena Covid-19, para siswa, guru, dan pengawas sekolah di Tanjab Timur, Jambi memanfaatkan pembelajaran online menggunakan aplikasi zoom meeting dan rumah belajar.DOK. TANOTO FOUNDATION Mengantisipasi libur sekolah berlanjut karena Covid-19, para siswa, guru, dan pengawas sekolah di Tanjab Timur, Jambi memanfaatkan pembelajaran online menggunakan aplikasi zoom meeting dan rumah belajar.

Rosdiana menyebutkan meski memiliki output yang sama yaitu stress, Zoom fatigue memiliki perbedaan mendasar dengan cabin fever.

Cabin fever disebabkan oleh kita terlalu lama terkurung (di rumah), sementara Zoom fatigue karena terlalu banyak pertemuan online. Output-nya sama, yaitu stress,” papar ia.

Beberapa gejala Zoom fatigue antara lain:

- Fokus berkurang
- Kemampuan mengolah info melambat
- Motivasi menurun
- Cepat lelah, otot terasa pegal
- Mudah tersinggung
- Sulit membuat keputusan
- Koordinasi tangan dan mata menurun
- Reflek/ respon melambat.

Penyebab Zoom fatigue

Zoom fatigue disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adalah kita semakin teringat pada situasi yang tidak normal.

“Ketika online meeting terus-terusan diingatkan bahwa kondisi kita sekarang tidak normal. Ada yang nyeletuk ‘biasanya meeting ada gorengan nih!’ misal begitu,” tutur Rosdiana.

Penyebab kedua adalah lelah memandang komputer, terutama apabila sinar dari lawan bicara terlalu redup atau terlalu terang. Penyebab ketiga adalah sulitnya membaca body language terutama bila rapat dengan banyak orang.

Baca juga: Stres Selama Pandemi Covid-19, Harus Bagaimana?

“Kemudian penyebab lainnya, kita dihadapkan dengan tantangan teknologi. Kita khawatir akan kemampuan kita terhadap teknologi dan kesiapan teknologi kita,” paparnya.

Penyebab lainnya adalah kekhawatiran akan penampilan diri. Penelitian di Jerman menemukan bahwa bila kita tidak bereaksi selama 1,2 detik saja, kita dianggap tidak bersahabat.

“Kita tidak bisa tidak memikirkan background, penampilan, pencahayaan. Effort-nya menjadi dua kali lebih besar, ini membuat kita lebih capek,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+