The Conversation
Wartawan dan akademisi

Platform kolaborasi antara wartawan dan akademisi dalam menyebarluaskan analisis dan riset kepada khalayak luas.

Merasa Lelah saat Kerja dari Rumah? Ini Sebabnya

Kompas.com - 12/04/2020, 18:04 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Banyak orang mengatakan di sosial media bahwa mereka merasa lebih cepat merasa capek selama kerja dari rumah. Mereka biasanya bisa melek hingga dini hari; kini, mereka tidur pukul 10 malam.

Banyak yang merasa heran mengapa, padahal kegiatan mereka berkurang. Perasaan lelah yang kita rasakan kemungkinan besar terkait dengan beban kerja mental terkait COVID-19 ketimbang beban fisik.

Kelelahan dapat memiliki sebab fisik dan non-fisik. Setelah berlari 5 kilometer kita butuh istirahat, atau setelah sakit kita bisa merasa lemah dan lelah selama beberapa minggu.
Tapi penelitian juga menunjukkan bahwa kelelahan bisa disebabkan oleh keadaan psikologis, misalnya stres dan kecemasan.

Pada situasi sekarang, bisa jadi rutinitas yang monoton menyebabkan kita merasa lelah. Oleh karena itu, menghadapi beban psikologis terkait wabah bisa membuat kita kehabisan tenaga.
Bagaimana cara untuk memperoleh energi kembali?

Tahap-tahap penyesuaian

Bila kita melihat pada momen perubahan besar, misalnya saat remaja memulai kuliah atau saat orang pindah ke negara baru, ada periode adaptasi dan transisi yang dibutuhkan. Periode ini memerlukan waktu dan terjadi dalam beberapa tahapan.

Minggu pertama masa adaptasi berisi pelepasan dari cara-cara hidup dan kerja yang lama, dan membuat interaksi-interaksi baru. Ini biasanya akan tercapai pada hari keempat atau kelima, dan sesudahnya kehidupan akan lebih teratur dan bisa diperkirakan.

Orang-orang pada minggu-minggu pertama mungkin merasa suram dan sedih. Ini tahap adaptasi normal. Ini tidak perlu dikhawatirkan, tapi yakinlah bahwa bagi banyak orang masa ini akan lewat dan minggu depan kita akan merasa lebih baik.

Transisi dalam lingkungan baru dapat dibantu dengan menulis catatan harian refleksi. Catatan ini akan membantu mencatat pikiran dan perasaan. Kita dapat melihat kembali perkembangan dan bagaimana kita menyesuaikan diri.

Adaptasi fungsional sepenuhnya pada cara hidup baru akan terjadi setelah kira-kira tiga bulan. Namun, ada satu periode yang perlu disadari yang akan muncul sekitar tiga minggu sejak proses dimulai; pada periode ini orang dapat tiba-tiba mengalami masa melankolis dan kehilangan semangat.

Kekhawatiran yang dirasakan saat ini adalah bahwa situasi karantina telah menjadi permanen. Tapi bila fase ini telah dilewati, perasaan suram ini tidak akan muncul lagi.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.