Kompas.com - 18/05/2020, 14:05 WIB
Ilustrasi matahari NASA/SDO (AIA)Ilustrasi matahari

KOMPAS.com – Para ilmuwan mengatakan saat ini Matahari sedang berada pada periode solar minimum. Mereka mengatakan dari jumlah bintik matahari (sunspots) yang ada, kondisi saat ini termasuk yang terparah dalam satu abad terakhir.

Para ilmuwan NASA mengkhawatirkan akan munculnya Dalton Minimum yang pernah terjadi antara tahun 1790-1830. Beberapa bencana alam dikaitkan dengan fenomena tersebut, termasuk letusan Gunung Tambora pada 1815.

Mengutip Spaceweather.com, sudah 100 hari pada tahun 2020 Matahari menunjukkan nol bintik. Hingga bulan ini, Matahari telah mengalami kekosongan sunspots sebesar 76 persen. Sementara sepanjang tahun 2019, matahari mengalami kekosongan sunspots sebesar 77 persen.

Apakah fenomena solar minimum sedang terjadi? Apakah benar fenomena tersebut menimbulkan bencana?

Baca juga: Matahari Lebih Pasif Dibanding Bintang Serupa, Kabar Baik untuk Kita

Peneliti Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Dr Johan Muhammad, mengatakan bahwa benar Matahari sedang berada pada fase minimum. Bahkan, menurutnya Matahari sudah akan bersiap menuju fase maksimum dalam beberapa tahun mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Matahari memiliki siklus, disebut sebagai siklus Matahari atau solar cycle. Ada kalanya siklus berada di fase minimum, dan di lain waktu menjadi fase maksimum,” tutur Johan kepada Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Siklus tersebut, lanjut ia, ditentukan oleh jumlah bintik Matahari yang muncul di permukaan bintang tersebut. Panjang satu siklus Matahari berlangsung sekitar 11 tahun.

Baca juga: Fenomena Langit Mei 2020: Hujan Meteor hingga Matahari di Atas Kabah

“Semakin banyak jumlah bintik, menandakan Matahari berada pada fase maksimum. Semakin sedikit bintik yang muncul, maka Matahari berada pada fase minimum,” paparnya.

Timbulkan bencana?

Para ilmuwan menyebutkan keterkaitan fenomena solar minimum dengan rentetan bencana yang ada di Bumi. Dalam situs The Sun, para ilmuwan memprediksi datangnya bencana seperti gempa bumi, cuaca beku, dan kelaparan.

“Tidak benar solar minimum bisa menimbulkan bencana parah di Bumi,” tampik Johan.

Baca juga: Benang Plasma di Atmosfer Matahari Tertangkap Teleskop Ini

Solar minimum, lanjutnya, memang dapat menyebabkan radiasi kosmik galaksi yang masuk ke Bumi meningkat sehingga mempengaruhi pembentukan awan pada atmosfer.

Pada saat solar minimum pula, atmosfer atas Bumi cenderung memiliki kerapatan yang rendah sehingga sampah antariksa di orbit cenderung tidak banyak berkurang.

Baca juga: Fenomena Equinox di Mesir, Saat Matahari Terbenam di Bahu Sphinx

“Namun, sejauh ini pengaruh solar minimum tidak mengakibatkan bencana besar. Karena solar minimum sudah terjadi sejak dahulu, dan terus berulang setiap sekitar 11 tahun. Seharusnya kita bisa melihat banyak bencana terjadi pada saat solar minimum, tapi kami belum menemukan pola seperti itu,” paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Oh Begitu
Saksikan Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini, Begini Cara Melihatnya

Saksikan Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini, Begini Cara Melihatnya

Fenomena
Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Oh Begitu
Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Oh Begitu
Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Fenomena
Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron Menurut WHO

Cara Mencegah Covid-19 Varian Omicron Menurut WHO

Oh Begitu
Penularan Varian Omicron, WHO Berharap Lebih Banyak Informasi dalam Beberapa Hari

Penularan Varian Omicron, WHO Berharap Lebih Banyak Informasi dalam Beberapa Hari

Oh Begitu
Ini Dia Robot Hidup Pertama yang Diklaim Bisa Bereproduksi

Ini Dia Robot Hidup Pertama yang Diklaim Bisa Bereproduksi

Fenomena
Peneliti Temukan Fosil T-Rex yang Didiagnosis Terkena Infeksi Tulang

Peneliti Temukan Fosil T-Rex yang Didiagnosis Terkena Infeksi Tulang

Oh Begitu
WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru seperti Omicron Berkembang

WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru seperti Omicron Berkembang

Oh Begitu
Astronom Temukan Sepasang Lubang Hitam Supermasif Terdekat dengan Bumi

Astronom Temukan Sepasang Lubang Hitam Supermasif Terdekat dengan Bumi

Oh Begitu
Varian Omicron Terdeteksi dalam Limbah di Spanyol, Ini Penjelasannya

Varian Omicron Terdeteksi dalam Limbah di Spanyol, Ini Penjelasannya

Fenomena
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Fenomena Cuaca Ekstrem

Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Fenomena Cuaca Ekstrem

Fenomena
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.