Begini Rupa Modern Tokoh Sejarah Ratu Mesir Nefertiti hingga Mona Lisa

Kompas.com - 11/05/2020, 09:00 WIB
Patung Ratu Nefertiti, ratu Mesir yang dipajang di Ägyptisches Museum Berlin, Jerman. Rüdiger StehnPatung Ratu Nefertiti, ratu Mesir yang dipajang di Ägyptisches Museum Berlin, Jerman.

KOMPAS.com - Seorang seniman desain grafis, Becca Saladin, merekonstruksi penampilan tokoh- tokoh sejarah menjadi lebih kekinian.

Seniman berusia 29 tahun itu membagikan karyanya melalui akun instagram Royalty Now yang memiliki 193.000 pengikut.

Saladin merekonstruksi penampilan mulai dari tokoh yang dikenal penggambarannya dalam bentuk patung, seperti Nefertiti, hingga yang berbentuk lukisan, seperti Monalisa. Penampilan para tokoh tersebut diubah menjadi trendi.

"Saya pikir melakukan hal seperti ini sangat menyenangkan. Tak hanya itu, saya juga berpikir, penting untuk mengenali mereka (para tokoh jaman dulu) sebagai orang nyata, bukan hanya sekedar tokoh dalam cerita yang kita kenal. Saya rasa, dengan melihat mereka sebagai orang yang lebih modern maka akan memanusiakan mereka,” kata Saladin seperti dilansir dari IFL Science, Minggu (10/5/2020).

Melakukan perubahan pada tokoh-tokoh tersebut dilakukan Saladin dengan memilih foto dasar yang diperkirakan memiliki sesuatu yang mirip dengan cara berpakaian dan rambut masa kini yang cocok dengan mereka. Kemudian melalui Photoshop dirinya melakukan perubahan tersebut.

Baca juga: Teori Baru Bantah Legenda Pandangan Mata Lukisan Mona Lisa

Waktu pengerjaan bergantung pada seberapa rumit hasil karya aslinya, terkadang bisa berjam-jam. Menurutnya, rekonstruksi berbentuk patung memakan waktu paling lama.

Berikut 14 tokoh sejarah yang penampilannya berhasil diubah oleh Saladin:

1. Tutankhamun

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

The Patreon pollsters have selected King Tut as the next subject! I know this is a little different than my usual post. This time, I’ve been given permission to use this recreation by the forensic artist (& my idol) Elisabeth Daynes (@atelier_daynes). This recreation of King Tut has long been my favorite, and was created in 2005 when 2 teams were tasked with recreating what King Tut may have looked like. It shows some of the features that may have been the result of inbreeding, such as the overbite and weak chin. I realize that the hard work here has been done for me by Daynes, but I wanted to bring him into the modern day. Hope you enjoy. . . If you would like to support my work you can do so by joining the Patreon and gaining exclusive perks like seeing posts a week before they are posted here, seeing some of my greatest failures, and watching creation videos. (www.patreon.com/royaltynow) or I have a “Tip Jar” here at www.paypalme/royaltynow. This work costs money to create, so any help is much appreciated ?? . Left Image: © reconstruction Elisabeth Daynes, Right Image pieces: iStock Photo & Pixabay.com

A post shared by @ royalty_now_ on Feb 21, 2020 at 9:24am PST

Raja Tutankhamun merupakan Firaun dari dinasti ke-18 Mesir yang pada masa itu disebut Kerajaan Baru Mesir. Dia memerintah selama 10 tahun, yakni 1333-1324 sebelum masehi.

Namun kini penampilannya terlihat seperti seorang anggota boyband berkat hasil rekonstruksi oleh Saladin. Gambar Tutankhamun ini dibuat dengan kerjasama seniman forensik Elisabeth Daynes.

"Karya ini menjadi favorit saya. Ini diciptakan pada tahun 2005, di mana dua tim ditugaskan untuk melukiskan kembali seperti apa penampilan Raja Tut," katanya.

2. Ratu Mesir Nefertiti

Pada tema keluarga kerajaan Mesir, Saladin memilih patung hasil karya pemahat terkenal Thutmose untuk merekonstruksi penampilan Ratu Nefertiti.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X