The World of The Married, Kenapa Kita Emosi bahkan Paranoid Usai Menontonnya?

Kompas.com - 04/05/2020, 13:02 WIB

KOMPAS.comDrama korea The World of the Married tengah digandrungi banyak orang, termasuk di Indonesia. Bahkan di Korsel sendiri, The World of the Married mencatat rekor baru dengan rating penonton tertinggi dalam sejarah TV kabel negara tersebut.

Drama ini bercerita tentang perselingkuhan dari keluarga bahagia Lee Tae Oh dan Ji Sun Woo. Saat menonton, tak sedikit orang yang merasa emosi akibat konflik yang dimunculkan oleh para pemeran dalam drama tersebut.

Persepsi mengenai situasi sosial

Psikolog Anak dan Keluarga Astrid W.E.N mengatakan sebuah drama korea atau film layaknya bacaan bagi otak. Lewat film, kita mendapatkan persepsi baru mengenai berbagai macam situasi sosial.

“Bagaimana kemudian kita mengolahnya, apakah akan menjadi masukan yang bermanfaat bagi kita, sebuah hiburan, atau hanya menimbulkan ketakutan saja,” tutur Astrid kepada Kompas.com, Senin (4/5/2020).

Ia mengatakan bahwa kita perlu peka terhadap dampak sebuah film bagi diri kita sendiri.

Baca juga: Remaja Pembunuh Balita di Sawah Besar, Seberapa Pengaruh Film dalam Aksi Sadisnya?

“Bahwa drakor The World of the Married itu mampu mewakili sebagian perasaan orang sehingga dirasakan sangat representatif, bisa saja. Buat sebagian orang menonton drakor itu mungkin akan membantu mereka untuk katarsis,” tambahnya.

Namun, apa yang dialami orang lain belum tentu dialami oleh kita sendiri. Apalagi banyak penonton, terutama wanita, yang menjadi paranoid untuk menikah karena takut diselingkuhi.

“Kasihan kalau gara-gara kita takut, kita jadi tidak mencoba. Lebih baik gagal daripada tidak mencoba,” tutur Astrid.

Karakter Lee Tae Oh dan Yeo Da Kyung yang dibawakan oleh Park Hae Joon dan Han Si Hee dalam drama The World of The MarriedSoompi Karakter Lee Tae Oh dan Yeo Da Kyung yang dibawakan oleh Park Hae Joon dan Han Si Hee dalam drama The World of The Married

Rasa takut sebagai antisipasi

Astrid menuturkan, rasa takut atau paranoid yang dialami bisa dikelola menjadi pembelajaran antisipasi.

“Kalau misal ini terjadi, sikap apa yang harus saya lakukan. Kalau begini bagaimana, kalau begitu harus apa. Akhirnya bicara tentang prinsip-prinsip yang kita pegang, maunya bagaimana. Lalu jalani sambil menikmati,” tambahnya.

Baca juga: Bahaya Self Diagnosis di Balik Popularitas Film Joker

Namun jika kita masih dirundung ketakutan untuk menikah akibat menonton drakor tersebut, Astrid menyarankan untuk berkonsultasi ke ahli atau psikolog.

Ahli bisa membantu untuk mencatat apa saja ketakutan yang dialami. Kemudian, dirunutkan dari ketakutan yang paling besar.

“Ini berkaitan dengan skala ketakutan. Biasanya, orang yang mudah takut punya masalah kecemasan tinggi secara general,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
Perseverance Mars NASA Bidik Puing-puing Pendaratannya, Seperti Apa?

Perseverance Mars NASA Bidik Puing-puing Pendaratannya, Seperti Apa?

Fenomena
Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru Alami Trauma, Ini Kata Psikolog

Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru Alami Trauma, Ini Kata Psikolog

Fenomena
[POPULER SAINS] Peringatan Dini Cuaca Esktrem 9-10 Agustus | Dampak Bibit Siklon Tropis 97W | Vaksin Khusus Omicron BioNTech

[POPULER SAINS] Peringatan Dini Cuaca Esktrem 9-10 Agustus | Dampak Bibit Siklon Tropis 97W | Vaksin Khusus Omicron BioNTech

Oh Begitu
Gempa Laut Banda Semalam Berkekuatan M 5,9 Disebabkan Aktivitas Subduksi

Gempa Laut Banda Semalam Berkekuatan M 5,9 Disebabkan Aktivitas Subduksi

Fenomena
Supermoon Terakhir Tahun 2022, Catat Waktu Menyaksikan Sturgeon Moon!

Supermoon Terakhir Tahun 2022, Catat Waktu Menyaksikan Sturgeon Moon!

Fenomena
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.